Friday, 9 February 2018

February 09, 2018 23

Persiapan Darmawisata Bagimu Negeri di Aryaduta Hotel Bandung

bernavita

Perjalanan panjang untuk Expose Sumatera ini memang memerlukan banyak persiapan, mulai dari persiapan fisik hingga peralatan yang akan dibawa nantinya. Semua tim dari berbagai wilayah seperti Bali, Malang, Bekasi, Jakarta, Yogyakarta dan Bandung berkumpul menjadi satu di Aryaduta Hotel Bandung yang mana menjadi meeting point.

bernavita

Perasaan berdegup semakin kencang ketika malam harinya kami memutuskan untuk rapat tim mengenai apa, siapa, kapan, dan persiapan lainnya. Tawa dan canda menjadi lebih hangat seketika dengan perbincangan yang lebih intern.

Alasan meeting point Darmawisata di Bandung?
Bandung memang menjadi tempat paling favorit bagi para pelancong. Selain mudah dijangkau dengan transportasi baik pribadi maupun umum Bandung juga memiliki destinasi yang selalu baru setiap harinya. Bukan hanya persoalan makanan, namun lebih pada kenyamanan. Nyaman ketika berjalan di trotoar pinggir jalan, nyaman karena meski macet tetap teratur, nyaman karena ramah tamahnya, belum lagi nyaman karena canda tawanya yang khas dari warga Bandung sendiri dan lain sebagainya yang hanya bisa dirasa oleh kenyamanan hati dan pikiran.

Memilih Aryaduta sebagai titik kumpul?
Lokasi
Aryaduta hotel Bandung salah satu hotel yang paling mudah dijangkau dari segala sudut kota Bandung. Lokasinya yang bergandengan dengan Bandung Indah Plaza membuat kami (tim Darmawisata) mudah untuk mencari perlengkapan dan peralatan individu yang dirasa masih kurang. Banyak pula makanan kaki lima yang mudah dijangkau. Di sekitar hotel juga tidak terlalu hiruk pikuk dengan kepadatan kota Bandung, sehingga memudahkan tim untuk evakuasi perlengkapan dan peralatan.

Staff

bernavita

aryaduta

bernavita

Staffnya yang ramah dan welcome sangat membantu aktivitas dan segala kebutuhan dari Tim Darmawisata. Contoh sederhananya adalah tambahan bed, welcome cake and welcome fruit, kesigapan para staf untuk membantu mengangkat barang bawaan yang beratnya naujubilah.

Kamar tidur dan fasilitas

bandung

bernavita

bernavita

Ruangan yang luas dan lega membuat tim mudah untuk berkumpul menjadi satu dan membuat forum rapat. Cuaca Bandung yang selalu dingin membuat saya betah lama-lama melepas kaus kaki ataupun sandal karena lantai di kamarnya dilapisi dengan karpet.

bernavita

bernavita

bernavita

Kamar mandi menggunakan bath up sangat membantu untuk anggota Darmawisata yang ingin berlama-lama menikmati hangatnya water heater berbalut dengan busa-busa. Sungguh relaksasi yang membantu sebelum melakukan perjalanan jauh. Terdapat hair dryer yang sangat membantu untuk saya dan Mbak Uki juga. Tersedia baju handuknya bisa digunakan untuk pose manja-manja gimana gitu juga. Di dalam kamar mandi juga terdapat telepon, lho. Tahu kan fungsinya untuk apa?

bernavita


Didalam lemari juga tersedia tatakan setrika dan setrikanya, kemudian senter juga ada. Sungguh paket lengkap jika kamu menginap di Aryaduta Hotel Bandung ini.

bernavita

bernavita

Selain itu brankas, coffee maker, kulkas, dan segalanya yang kamu butuhkan benar-benar telah disediakan oleh pihak Aryaduta Hotel. 

Breakfast, Brunch, and Dinner

bernavita

bernavita

bernavita

bernavita

Makanan yang sehat dan dijamin mutunya tentunya akan sangat membantu stamina para anggota Darmawisata, terutama saya. Aryaduta Hotel Bandung memberikan makanan yang sangat mewah, belum lagi jamuan brunch untuk kami di Cha Yuen Resto. Hampir enggak ada celah kesalahan dalam setiap rasa dan penyajian dari makanan yang disediakan oleh chef  dari Aryaduta. Breakfast yang disajikan semuanya lengkap, saya sebagai tamu tidak perlu khawatir untuk kehabisan karena selalu ditambahkan. Dinner nya juga menarik, dengan tema makanan ala njawi-njawi bercampur dengan panganan sunda menjadi satu kesatuan yang pas dan ciamik untuk dinikmati.

Last but not least, Terima kasih sekali untuk Aryaduta Hotel Bandung yang sudah membantu kami tim Darmawisata untuk melakukan segala persiapannya. Terima kasih banyak untuk segala keramahan, kesigapan, dan informasi lainnya yang kami butuhkan.

bernavita

bernavita

aryaduta

aryaduta

bernavita

Untuk kamu yang hendak menginap di Aryaduta sangat amat saya rekomendasikan. Kamu bisa langsung mengunjungi websitenya untuk menginap di Bandung atau telepon untuk booking. Direction ke lokasi seperti biasa, saya sematkan di bawah.



8 Febuari 2018,
Trizara Resort
Kesayangan Kamu.

Friday, 2 February 2018

February 02, 2018 4

Ngemil Cherry Australia

Beberapa hari belakangan ini saya lagi senang-senangnya mengonsumsi buah ceri. Sebenarnya bagian dari program diet sih. Apa? Bena diet!! Terus zoom in zoom out ala sinetron Indonesia. Hahaha … Anyway, kamu pernah makan buah ceri juga enggak sih? Ceri apa yang kamu makan? Banyak bener pertanyaannya, kayak dosen penguji aja.

australia

Biasanya di black forest cake sering ada buah ceri warna merah nongol gitu di atasnya. Rasanya dari buah ceri yang itu manis banget dan terasa seperti ngemut gula ‘kan, ya? Apa perasaan saya saja? Sudah tahu belum kalau ada buah ceri dari Australia? Bentuknya lebih besar, dagingnya lebih juicy, warnanya ungu kemerahan. Hmm, itulah buah ceri yang sedang saya konsumsi belakangan ini. Buah ceri ini dikirim langsung dari Australia ke toko buah yang ada di Indonesia dalam kurun waktu 3 hari. Saat pengiriman buah ceri masih berwarna merah (tentunya ini sudah masak namun rasanya sedikit lebih masam) setelah tersedia di toko dalam bentuk kemasan warnanya lebih gelap dan rasanya manis.

australia

Buah ceri atau yang biasa disebut dengan Cherry Australia ini banyak khasiatnya, apalagi untuk kamu yang sedang menjalani program diet. Ha ha ha. Kadang-kadang juga masih enggak percaya sama diri sendiri nih…

“ah apa iya gue diet? Ah masa sih gue diet? Yakin gue diet. Sungguh ke haha-haha-an yang wacana.”

Oh, ya tadi lagi bahas mengenai khasiat buah ceri, Cherry Australia ini mampu untuk menunda penuaan dini karena anti oksidan yang terdapat dalam buah sangat banyak. Selain itu fiber dari daging buahnya juga bagus untuk pencernaanmu. Dapat juga menurunkan diabetes, dan kolestrol.
bernavita

karena enggak ingin menikmatinya sendiri, maka saya ajak Mama untuk mencicipi ceri dari Australia ini, kata Mama buah ceri ini mirip plum, namun rasanya beda. Terus saya juga meminta kekasih saya untuk mencicipinya katanya mirip anggur tapi yang membedakan dari bijinya, kalau biji anggur kecil, biji buah ceri seperti kelengkeng. Sedangkan Papa bilang kalau daging buah ceri ini mirip sawo. Bagaimana menurut saya sendiri? Sepertinya saya sendiri yang sangat berbeda jauh dari analogi mereka semua. Justru buah ceri ini mirip seperti duwet atau jamblang warnanya, sedangkan daging buahnya mirip seperti kesemek dan bijinya mirip seperti kulit kacang bogor rebus. Hahaha. Iya, memang setiap orang yang mencicipinya akan mendeskripsikannya dalam rasa dan pengalaman yang berbeda.

Penyimpanan buah ceri ketika kamu sudah membelinya, sebaiknya tetap di simpan dalam kulkas atau dengan suhu udara yang rendah dan JANGAN PERNAH BIARKAN CERI MU BERKERINGAT karena hal ini akan membuat buah ceri menjadi lebih cepat masak. Kalau kamu tanya-tanya beli buah cerinya di mana, saya biasa membelinya di total buah atau all fresh, tapi perlu kamu ketahui dan ingat buah ceri ini buah yang musiman, hanya akan ada selama summer di negara Australia kira-kira kalau di Indonesia bulan November hingga Februari deh. Nanti pas bulan Maret ada buah lain lagi yang dikirim oleh Australia ke Indonesia, makanya jangan sampai ketinggalan #CherryshYourDaywithAustralianCherry atau #TasteAustralia .
Selamat mencicipi, semoga diet saya dan kamu berhasil juga!

Psttt : dua foto di atas di ambil dari sini. Terima kasih.

31 Januari 2018,
Kesayangan kamu
Planet Namec.

Monday, 29 January 2018

January 29, 2018 7

Jangan Remehkan Gunung Tujuh

kerinci

Gunung yang memiliki ketinggian 2100 mdpl ini cukup menarik hati saya ketika tim darmawisata lainnya mendaki gunung kerinci.

kerinci

Kebanyakan orang hanya mengetahui Gunung Kerinci ketika berada di Kersik Tuo. Bahkan menurut mereka yang menarik perhatian hanyalah Gunung Kerinci. Bagaimana enggak, Gunung Kerinci masuk dalam list 7 summit. Tentunya akan lebih banyak memilih Gunung Kerinci.

“Kalo Bena ke Gunung Tujuh aja gimana?”
“Ya, gapapa. Nanti minta temenin Allen.”
“Oke deh.”

Percakapan singkat saya dengan Ombing sebelum mereka semua memasuki jalur pendakian Gunung Kerinci.

Selepas mereka melakukan perjalanan, saya juga kembali ke penginapan. Kemudian melakukan kegiatan yang mengharuskan saya melakukannya. Mencuci dan menyetrika baju. Perjalanan 41 hari Darmawisata membuat saya dan beberapa kawan untuk keluar masuk laundry-an, tapi saya memilih untuk mencuci baju dan menyetrika baju pada setiap kesempatan. Hehehe.

“Danau Gunung Tujuh itu jauh, Om Abe?”
“Ennggak. 3 jam cuma.”
“Hoo, segitu..”
“Kenapa? Mau naikkah?”
“Iya, Om Abe temenin ya?”
“Kapan? Besok?”
“Boleh besok kalo enggak sibuk.”
“Yaudah nanti ditemenin Yaya ya, soalnya besok saya ke Ladang.”
“Oke siap.”

3 jam sekali jalan, 6 jam tektok. Jangan tergiur dengan waktu. Sungguh jangan tergiur. Terlalu menyepelekan waktu ternyata juga enggak baik. Siapa sangka perjalanan 3 jam sampai di puncak ini menghabiskan tenaga extra. Track landai tidak lebih dari 3 jalur, sisanya jalur menanjak semua. Saya merasa ditipu. Akar pepohonan menggerayangi jalur, salah langkah sedikit kamu akan jatuh. Dengkul ketemu jidat hal yang biasa di jalur pendakian Gunung Tujuh ini, yang enggak bias ajika jidat ketemu bibir kamu.

gunung tujuh

gunung tujuh

gunung tujuh

gunung tujuh

Selama perjalanan mendaki ini, saya menemukan burung Rangko yang mana kepakan sayapnya benar-benar terdengar (pada bagian ini saya merasa beruntung karena cukup jarang burung ini terdengar dan terlihat). Tikus, nyamuk-nyamuk yang berkeliling di sekitar wajah, vegetasi tumbuhan yang langka. Tapi, saya tetap salut dengan akar-akar yang membatasi gerak gerik kaki sehingga harus merangka lebih giat untuk terus sampai ke atas. Seperti sedang belajar di sekolah, ya.

gunung 7

gunung 7

kerinci

trekking

Tenang, terdapat 3 shelter yang masih baru (ketika saya ke sini) yang dapat kamu nikmati untuk berisitirahat sembari menikmati kopi, teh, atau makanan instan lainnya. Masing-masing shelter sudah tersedia kayu untuk duduk dan atap. Ya, seada-adanya shelter. Shelter terakhir berada di Puncak. Sebentar, jangan berharap juga di Puncak mendapat pemandangan yang indah. Sekeliling hanya terdapat pohon-pohon yang menjulang tinggi. Jika beruntung, kalian dapat melihat danau dari ketinggian, tapi lebih sering tertutup dengan kabut.

Jangan pesimis. Setiba di Puncak, kalian bisa turun ke danau dan menikmati keindahan Danau Gunung Tujuh dari pinggiran danau sambil menikmati kopi dan nata de coco. Danaunya luas, airnya jernih, dan dingin. Ah, rasanya ingin berenang :)

gunung 7

gunung 7

gunung 7

Saat saya ke sini, sedang ada pembangunan jembatan untuk ke bukit sebelah. Biasanya bukit sebelah digunakan untuk camping. Jangan bahagia secepat itu, perjalanan dari puncak ke danau cukup membuat jantung berdegung kencang dan mata melotot kebingungan. Ada baiknya kalian memikirkan bagaimana kembali ke puncak, karena hanya 1 jalur untuk kembali ke basecamp Gunung Tujuh. Hehehehe.

Di Danau, terdapat juga kano dengan membayar Rp 5000 kamu sudah bisa ke bukit sebelah dan menikmati panorama dari posisi yang berbeda.

Meskipun hanya 3 jam perjalanan, jalur gunung tujuh cukup diancungi jempol. Cukup membuat napas terengap-engap, dengkul cenat-cenut. Serendah apapun gunung, seberapa lama waktu pendakian memang sebaiknya tidak diremehkan apalagi menganggap sederhana.

gunung 7

gunung tujuh

11 Desember 2017,
Danau Gunung Tujuh
Kesayangan Kamu.

Friday, 12 January 2018

January 12, 2018 5

Like Seeing Mama Cooking

This article will not telling about beauty of Samosir, not also about Samosir's good food. It's about the place where i stayed at Samosir that feel so hommy for me.

bernavita

bernavita

bernavita

Eco Village Silimalombu, place at Silimalombu village. The place design with bataknese style near Toba Lake. The road to the lodge is not easy, there so many drama happened. Like the broken road and car tyre slip on the mud. Until we have to walk about 1km far. Some of my friends hanging on Jimny’s car, the rest walk by foot. And i am some of who walk by foot, but after walk bit far, the lodge office take me with his motorcycle.

After arrived at the lodge, we clean ourself up. Then we chat while mom cook the food. She serve the food after finished cook. Like pizza, grilled fish with topping of squash, and tomatoes, bun bread, rice, freshly cooked kale from the stove. Warm and tasty yummy but not at all using additional micin or complete spices. The food is so fresh, hot and yum. Its only use traditional spices, no msg added to cook it. The ingridients and vegetables are from own garden.

bernavita

bernavita

I’m not talking to much while eating. Not because I’m not friendly, it just because i usually eat quite. After finish my dish, i choose to take a bath. Because i haven’t take a bath a day and night since we traveled from Tapaktuan. And also ‘cause the mud that makes my body dirt. After take a bath i bandage my foot with bandage.

Next say i woke up earlier than my friend. I think maybe because Mam words last night.

“I catch the fish at 7 o'clock”

At once i'm waking up my friend who ask me for wake him up. Then i go to met mam, but she doesn’t ready yet. Because mam have to cook for other guest who will check out that morning.

Then we go to take one or two pics at the photo spot around Toba Lake in front of lodge. After that mam ask me to go to get the fish. I’m wrong, i think i only will sit on the kano enjoy the view and take the picture. The reality is i have to row the kano.

bernavita

bernavita

After get the fish, i wash my clothes. I wash it on the edge of Toba Lake. Because of the wind blow and the weather, i slept on the terrace of the lodge. I also swim at the Toba Lake and trying canoing and boat.

The i watch mam cook the food. She looks proffesional with the kitchen untensil. I remember my mam at home, i remember when my mam cook my favorite dish when i back from this trip. Ah, i miss my mam foods.

bernavita

Mam also take us with her to go to the forest to look the fruits that she plant before. The fruits and vegetable usually take for the guest or herself. We pass the rock road and muddy because the rain last night. When i see the view of the hills, suddenly i remember about Arjuno Welirang mount.

bernavita

bernavita

From many thing i ever do at Eco Village, i like watch mam cook. At the 23rd day trip, i miss my mam. I never trip like this before, go to difference island for dozens of day.

Silimalombu,
3 Desember 2017
Kesayangan Kamu.
**
Postingan ini bekerjasama dengan dengan Tripdixi aplikasi marketplace Indonesia dalam rangka Expose Sumatera. Postingan di media social dapat dilihat pada hashtag #DarmawisataBagimuNegeri #ExposeSumatera #Tripdixi .