Friday, 24 November 2017

November 24, 2017 1

Melihat Gajah di Tangkahan

Petualangan baru bagi saya untuk menginjakkan kaki di Tangkahan. Perjalanan dari Medan ke Tangkahan yang memakan waktu memakan waktu 2,5 jam. Tidak lagi dalam mobil ala anak raja. Melainkan menumpangi mobil gerobak milik Langit Enterprise.

Perjalanan panjang menuju Tangkahan ini cukup membuat bingung, karena plang penunjuk jalan tidak semuanya tersedia, aplikasi google maps sudah mendukung dengan maksimal, namun kami tetap menaruh curiga karena tiba-tiba jalanan yang mulus mendadak rusak dan berbatuan tak beraturan.

bernavita

Sepanjang perjalanan menuju Tangkahan, terdapat banyak kebun kelapa sawit dan karet. Sapi-sapi juga dilepas begitu saja, ketika hendak lewat sapi berada di tengah jalan sehingga kami harus menunggu sapi lewat baru dapat melanjutkan perjalanan. Entah bagaimana mengintreprestasikannya dalam tulisan perjalanan ini karena terlalu menyenangkan perjalanan menuju Tangkahan ini.

Sumatera terkenal sekali dengan gajahnya, mulai dari Lampung, Bengkulu, dan wilayah Sumatera lainnya. Sayang untuk dilewatkan ketika kamu sudah tiba di Sumatera Utara, Tangkahan menjadi salah satu destinasi untuk mengunjungi gajah yang tidak boleh kamu lewatkan. Perjalanan dari kota menuju Desa terpencil untuk melihat gajah langsung akan terbayarkan ketika kamu melihat kanan kiri yang penuh dengan hamparan pohon karet serta kelapa sawit.


bernavita

bernavita

bernavita

bernavita

bernavita

Kebanyakan orang kurang tertarik dengan Tangkahan, tapi bagi saya, Tangkahan menjadi salah satu destinasi favorit saya. Saya menyukai petualangan perjalanan menggunakan mobil Jimny ini, kemudian jalan bebatuan, ditambah rimbunnya hutan belantara, banyak hewan hidup secara alami di sini. Melihat gajah secara dekat, memberi makan gajah, menunggangi gajah, memandikan gajah. Melihat air sungai mengalir dan merasakan dinginnya air sungai. Semuanya dilakukan secara alami.

bernavita

bernavita

Penginapan yang kami inapi juga tidak begitu bagus dan tidak begitu buruk. Layaknya penginapan di sebuah desa, tapi cukup menarik untuk saya, karena dari penginapan dapat melihat langsung air sungai mengalir, bahkan jika mengikuti arus akan melihat air terjun. sungguh penginapan yang luar biasa.

bernavita

Beberapa kawan memainkan perahu di riak sungai. Bahkan kami sempat juga bermain air terjun di sana. Ada juga yang bermain air di pinggir sungai.

Tangkahan…
Terima kasih telah menghilangkan sinyal internet saya. Sungguh itu yang saya nantikan sejak lama. Hahaha. Hilang secara alami karena berada di tempat terpencil. Terima kasih juga sudah memberikan kesehatan pada mata untuk keindahan yang secara alami ini terbentuk. Gajah-gajah tetap sehat dan dibersihkan sesuai dengan perlakuan yang sebaik-baiknya.

Pinggir sungai Tangkahan,
22 November 2017
Kesaayangan Kamu.

Monday, 13 November 2017

November 13, 2017 9

5 Menu Cooking for Love from Asian Food Channel

fiana

Beberapa hari lalu, saya berkesempatan untuk datang ke Cooking Studio milik Almond Zuchini yang menjadi tempat masak-masakan Asian Food Channel. Ugh! Setelah selama ini hanya melihat dari TV kabel, kali ini justru saya duh enggak bisa lagi diungkapin. Saya masih punya impian untuk membuat Cooking Studio macam begitu. Besok saya minta sama suami saya, ah! Hehehe.

asian food channel

Dengan Chef Nik Michael yang berasal dari Malaysia dan Sarah Benjamin sebagai TV Host dan Food Blogger yang biasanya hanya saya lihat melalui layer kaca di acara Cooking for Love, namun kali ini saya bisa melihat langsung mereka memasak. Mereka sudah bersiap di belakang kitchen dan siap memasak berbagai menu yang nantinya mudah untuk dibuat saat di rumah.

Terdapat 5 menu yang mereka bagi serta resepnya, untuk resepnya saya akan menulisnya di blog miliki kulinerbareng. Jadi, apa saja kelima menu tersebut?

1.      Vietnamese Prawn Spring Roll

asian food channel

Vietnamese Prawn Spring Roll

Vietnamese Prawn Spring Roll

Saya selalu kurang suka dengan spring rolls yang prawn-nya kurang masak. Saya pecinta makanan yang apa-apa selalu dimasak lebih matang. Kalau kamu vegetarian, cocok deh makan ini, tinggal keluarin aja udangnya. Jangan lupa dicocol sambal yang sudah ditumbuk kasar dan dicampurkan dengan cuka serta jeruk nipis.

2.      Red Curry Beef on Crispy Rice Cakes

Red Curry Beef on Crispy Rice Cakes

Red Curry Beef on Crispy Rice Cakes

Red Curry Beef on Crispy Rice Cakes

Red Curry Beef on Crispy Rice Cakes

Lagi dan lagi, saya kurang suka dengan makanan yang terlalu terasa rempah-rempahnya. Meskipun Sarah sudah mengurangi rempah-rempahnya dalam masakan ini, tetap saja di mulut saya terasa aneh. Memang sayanya aja yang enggak cocok. Ketika menikmati ini, saya langsung memberika sisanya pada Aris. Saya tidak terlalu suka pada bagian curry-nya, untuk crispy rice dan beef-nya bolehlah.

3.      Crab Pasta

crab pasta

crab pasta

Pasta ini menjadi salah satu favorit saya, crabnya sungguh menggunung disetiap sudut piring. Belum lagi ada crunchy dari selada air, semakin membuat istimewa disetiap gigitan. Yummy!

4.      Coffee Cheesecake Pots

coffee cheesecake pots

coffee cheesecake pots

Hehehe. Pembaca setia blog saya pasti tahu banget kalau saya enggak begitu suka dengan coffee. Sarah berhasil memasak ini dengan tangan satu, padahal untuk membuat creamy cheese coffeenya mengharuskan untuk di mixer terlebih dahulu. Saat saya mencicipinya, rasanya memang coffee banget, rasa oreo, pluffy cake, creamy cheese coffee semuanya menjadi satu. Terasa lebih lembut ketika kita letakkan di atas lidah. Hmm.

5.      Pavlova Platter

pavlova platter

Entah ini resepnya Chef Nik atau Sarah, tapi Pavlova ini sungguh luar biasa rasanya. Saya menyukainya, manis dan asam dari buah berry menjadi perpaduan yang pas. Belum lagi seperti terjadi letusan di dalam mulut.

Makanan dengan model restaurant seperti kelima menu di atas memang biasanya sulit untuk dibuat, namun, ketika saya mencoba beberapa menu mudah untuk dilakukan. Paling tidak hanya kesulitan mencari bahan-bahannya saja. Seperti rice spring rolls wrappers, kemudian ikura dan Japan vinegar. Mungkin beberapa bahan bisa didapatkan dari supermarket yang besar, atau malah dapat dimodifikasi dengan beragam bahan yang ada di Indonesia tapi tidak merubah rasa? Ya, itu pilihan kamulah. Silakan berinovasi.

Btw, Cooking for Love ini salah satu reality show dari Asian Food Channel, dengan chef dan TV host kesayangan, mereka menyajikan makanan dengan penuh cinta pada episode ini. UGH! Kalau kamu mau menonton acara kesukaan saya ini, jangan lupa setiap hari Rabu jam 21.00 wib hanya di Asian Food Channel. Hahaha.

Bandung,
10 November 2017
Kesayangan Kamu.

Friday, 10 November 2017

November 10, 2017 4

Lasem seperempat hari


Perjalanan saya kali ini disponsori kesedihan, enggak deng. Bersama dengan Aris, saya menyusuri Kota Kecil Tiongkok yang berada di Lasem. Perjalanan saya dimulai dari Semarang dengan menggunakan transportasi bus menuju Terminal Bus Terboyo dan melanjutkan perjalanan ke Rembang selama 3 jam dengan biaya Rp 90.000 per orang untuk bus AC. Sepanjang jalan Aris hanya tertidur sementara saya terus memperhatikan peta supaya tidak bablas hingga Surabaya.

Tiba di alun-alun Rembang, saya dan Aris memilih untuk check in penginapan guna menaruh barang bawaan yang sangat berat, kemudian melihat peta lokasi dari tempat menuju Lasem. Setelah bertanya dengan Pak Polisi sekitar, kami disarankan untuk naik microbus dan dapat turun langsung di depan gang Kota Tiongkok Kecil tersebut dengan mengeluarkan Rp 10.000 per 2 orang.

Kami menyebrang di tengah ramainya kendaraan transformer dan langsung masuk ke gang yang dimaksud. Bangunannya sangat dahulu sekali. Tembok-tembok dan ornament jendela serta pintunya benar-benar memiliki ciri khas yang berbeda. Bibir saya tersenyum kecil mengingat betapa inginnya saya berkunjung ke sini. Saya dan Aris memilih untuk berjalan kaki sambil menikmati sepi-nya pemandangan di sini. Berfoto bak turis mancaJakarta. Mengamati setiap sudut bangunan yang unik. Warna-warna pudar dan cerah dari setiap bangunan juga menjadi daya tarik tersendiri.







Pondok pesantren, gereja, bahkan klenteng semua menjadi satu di Kota Tiongkok Kecil ini. Rumah Oma Opa saya tidak menemukannya, mungkin yang itu, hanya saja kami tidak berani masuk mengingat ada hewan peliharaan yang menggonggong di depan pintu. Jadi kami memilih menuruskan ke bangunan warna merah mencolok. Tiongkok Kecil Heritage namanya. Pada bagian depan dipajang bangunan before dan afternya, tak lupa foto kunjungan pejabat negara yang diabadikan dalam bingkai. Peta dari Kota Tiongkok Kecil ini, serta tulisan mengenai Lasem pada majalah traveler ternama. Sedangkan pada bagian belakang terdapat sumur yang kuno sekali dan diberikan nuansa kuning sehingga eye catching. Di bagian depan sebelah kiri terdapat toko yang menjual berbagai makanan dan minuman serta kain batik khas Lasem yang bisa kamu jadikan sebagai buah tangan.


Tidak sampai di sana saja. Saya dan Aris juga sempat berkeliling dan melihat tempat makan ala modern, namanya pondok antique. Sore hari itu terasa lebih sepi, mungkin karena bukanya pada malam hari atau entah sudah tutup, jadi kami hanya melewatinya saja. Anak kecil yang sedang berkumpul juga enggak lupa meminta untuk foto.


Selesai dari Kota Tiongkok Kecil, saya dan Aris berjalan melalui jalan lain sehingga melewati pasar Lasem dan Masjid Jami’ yang paling banyak pengunjung ziarahnya karena sebagai salah satu bukti penyebaran islam di Pantai Utara. Setelahnya kami menyebrang dan menikmati Nasi Gandul dengan harga yang murah tentunya. Kami melanjutkan perjalanan dengan menggunakan bus besar dan turun kembali di Alun-alun Rembang.

Terima kasih Lasem! Terima kasih Aris, you know what I mean pastinya!

Planet Namec,
29 Oktober 2017
Kesayangan Kamu.

Monday, 6 November 2017

November 06, 2017 4

9 Menu Unik di Chicking Resto

bernavita

Pernah melihat linimasa kamu penuh dengan makanan nasi kuning dan ayamnya? Kalau di Indonesia nasi kuning menjadi menu andalan ketika merayakan sesuatu yang kemudian dibuat menjadi tumpeng. Ya Allah, jadi ingin merayakan sesuatu juga. Tapi, ada juga yang menjadikannya sebagai sarapan. Lain di Indonesia, lain di Dubai. Nasi kuning briyani, pernah mendengar? Kalau di sana menjadi menu sehari-hari, ya.

Sekarang sudah enggak susah untuk menikmati nasi kuning dengan ukuran nasi panjang-panjang itu seperti di Dubai, karena saat ini sudah ada Chicking Resto Top Ayam Dubai. Chicking Resto tersedia di beberapa Mall, salah satunya berada di Mall@Basura - Jakarta Timur. Seperti biasanya, saya mencicipi beragam menu di sana. Hehehe…

1.      Flamming Grilled Chicken

flamming grilled chicken

Salah satu menu unggulan yang berhasil sejak pertama kali dikeluarkan. Potongan ayamnya dibumbui halus dan menggunakan teknik perendaman rahasia, kemudian dipanggang dan menghasilkan warna daging ayam yang sempurna.

2.      Original Fried Chicken

original fried chicken

Fried chickennya juga menggunakan teknik rahasia yang membuat daging ayam lebih juicy dan wangi aroma rempah-rempah. Tekstur kulit dagingnya yang lembut lalu dilapisi tepung roti dan tepung terigu dengan bumbu gurih. Kemudian digoreng hingga berwarna coklat keemasan dan siap dinikmati.

3.      Chicking Rice

chicking rice

Nasi kuning yang saya ceritakan diawa paragraph tadi. Nasi kuning ini terinsipirasi dari nasi kuning briyani. Bentuk nasinya lebih panjang karena memang menggunakan beras Arab atau beras Basmati yang kemudian dimasak dengan rempah-rempah rahasia.

4.      Royal Wrap

royal wrap

Ingat kebab? Terobosan terbaru dari kebab, dengan ayam tepung yang renyah kemudian diselimuti oleh roti tortilla ditambahkan salada, tomat, mayones, dan saus. Sekali gigit langsung lupa sama mantan. Sungguh cepat sekali untuk move on!

5.      Big Beef Burger

big beef burger

Burger di Chicking juga enggak ada ampun. Beef-nya terlalu besar, jadi kekenyangan sendiri disetiap gigitan. Bukan Benaaa kalo enggak ngehabisin makanan. Sayang banget makanan dibuang-buang gitu. Letuce-nya yang tumpah ruah disekeliling burger juga berhasil menggoyahkan hati saya untuk menikmati setiap gigitan dari big beef burger ini.

6.      Tandoori Fries

tandoori fries

tandoori fries

Kentang goreng ini benar-benar selalu berhasil menggoda iman saya deh. Segala bentuk dan adonan kentang goreng sudah enggak bisa diragukan lagi. Chicking memiliki inovasi terbaik dalam hal perkentang-an. Menaburi dengan bubuk spicy tandoori menjadi juara banget! Ini rekomen jika kamu mampir ke Chicking Resto.

7.      Teh Arab

teh arab

Chicking juga menyediakan kopi Arab, namun karena saya kurang menyukai kopi, saya memilih teh sebagai penggantinya. Di dalam gelas teh terdapat kapulaga sehingga aroma tehnya menjadi wangi, selain itu seperti terdapat rasa jahe, jadi, ketika diminum hangat ditenggorokan. Mungkin karena kapulaga juga.

8.      Tandoori Nugget

tandoori nugget

Biasanya saya hanya makan nugget berbentuk alphabet atau sticky dengan rasa original. Lain dengan Chicking yang memiliki dua varian nugget, original dan spicy. Untuk pertama kalinya saya mencicipi nugget spicy dan langsung jatuh hati. Rasa pedas diluarnya enggak begitu ngejegrak, jadi aman untuk dikonsumsi berlebih. Perpaduan daging yang lembut dan kulit luar yang crunchy serta pedas menjadi satu di dalam mulut. Pas sekali!

9.      Passion Fruit dan Green Apple Breeze

passion fruit and green apple breeze

Pas sekali kamu nikmati jika cuaca mendukung panasnya ditambah hati yang panas. Yakin langsung reda hati dan pikiran yang membara itu. Rasa manis ditambah soda yang membuat rongga mulut meledak-ledak dan dinginya batu es tapi lebih dingin sikapmu.

Chicking Resto fast food ala Dubai ini berhasil mengkoyak-koyakkan rasa penasaran warganet. Sebagai good influencer, saya merekomendasi ke-sembilan menu di atas untuk kamu nikmati bersama dengan siapapun yang layak kamu ajak dan nikmat saat makan bersama. Sudah menikmati yang mana? Dengan siapa?

chicking resto

Chicking Resto yang berada di Mall Basura City ini berada di lantai 2. Untuk menikmati berbagai sensasinya, silakan cek instagramnya di Chicking.Indonesia, kemudian facebooknya Chicking Indonesia, atau website www.chickingglobal.com .

SELAMAT MENGUNYAH!

Bandung,
10 November 2017
Kesayangan Kamu.

Friday, 27 October 2017

October 27, 2017 8

Telusuri Perut Bumi di Goa Petruk

Ajakan untuk menelusuri goa menjadi sangat menarik ketika menggunakan kata ganti
“Ayo, Ben kita caving.”
Sama seperti ajakan makan bakso menjadi meat balls. Entahlah, saya merasa ditipu. Ih.

bernavita

Beberapa minggu lalu, saya mengelilingi perut bumi untuk ketiga kalinya. Yang pertama dan kedua ketika saya mudik ke Pacitan dan berwisata ke Goa Gong serta Goa Tabuhan. Sedangkan ketiga kalinya ini saya ditemani bersama dengan tiga pria super roti sobek. Tidak seperti keliling goa pada sebelumnya. Di goa ini saya diharuskan menggunakan pakaian lengkap seluruh badan yang biasa disebut cover all, sepatu boots, dan helm sebagai pelindung kepala.

goa petruk

goa petruk

Sebelum masuk ke pintu utama goa diharuskan menaiki anak tangga yang cukup menguras tenaga karena tangganya ampun deh. Kurang lebih 1 km atau setara dengan 250 anak tangga, bisa lebih. He he he. Setelah tiba di pintu masuk goa, jika kamu ingin langsung melanjutkan perjalanan ya monggo, namun saat itu saya memilih untuk istirahat tidur mengingat malam sebelumnya tidak dapat tidur dengan nyenyak. Sedangkan tiga pria super roti sobek sibuk menghidupkan api untuk minum segelas kopi. Ha ha ha.

bernavita

Setelah tenaga berkumpul sempurna saya dan 3 pria super roti sobek ini melanjutkan perjalanan menelusuri goa berbekal headlamp di atas kepala dan ventolin (untuk saya), yang lainnya berbekal lebih banyak seperti air putih, makanan, kamera dan perintilannya.


bernavita

Kesan pertama saat masuk ke dalam Goa Petruk ini adalah gelap dan aroma poop kelelawar yang menyengat. Di awal perjalanan menelusuri goa masih amat santai, namun entah kenapa lama-kelamaan saya harus memanjat, merangkak, berjalan menyamping, dan menyeburkan diri di air hingga sedada yang akhirnya seluruh pakaian basah semua. Lalu apa rasanya? MENARIK!

Dari sekian banyak perjalanann menelusuri goa, terdapat staglatit dan staklamit yang masih hidup dan tidak diperbolehkan untuk menyentuhnya. Bentuk staglatit dan staklamitnya juga beragam, mulai dari jamur, hewan, dan lainnya. Tapi, yang membuat saya bertahan lama memandang lebih lama ketika melihat staklamit berbentuk payudara. Hehehe. Kok bisa begitu, ya…

goa petruk

Oh, jangan salah, saat merangkak supaya bisa menelusuri goa, keadaan dalam goa ini basah air dan sedikit berlumpur. Jadi, enggak usah kaget kalau pakaianmu banyak kotoran dari lumpur. Hal yang biasa dilakukan oleh traveler, kalau traveler. Hehehe.

Goa Petruk ini dibagi menjadi 3 bagian, bagian pertama seperti yang sudah saya jabarkan di awal hanya terdapat kelelawar yang berterbangan dan aroma dari poopnya. Bagian kedua akan melihat banyak staglatit dan staklamit dengan berbagai bentuk. Bagian ketiga inilah yang mengapa disebut dengan Goa Petruk karena terdapat batu yang berbentuk hidung panjang seperti Petruk. Hanya saja karena ulah Belanda pada waktu melakukan penambangan phosfat, hidung Petruknya putus dan sekarang tidak kelihatan lagi.

Kamu yang ingin berkunjung ke sini dapat menjangkaunya dengan mudah. Sepertinya. Letaknya di Dukuh Mondoyono, Desa Candirenggo, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen. Kalau dari Purwokerto ambil arah Gombong. Susah ya? Iya. Saya berikan google maps supaya dapat menjangkaunya semakin mudah oleh lokasi terakhirmu.

Harga tiket masuk ketika saya berkunjung ke sini sebesar Rp 8.000 biaya parkir mobilnya tidak dihitung. Tidak mempunyai cover all dan perlengkapan lainnya? Kamu bisa menyewanya.

SELAMAT MENJELAJAH PERUT BUMI.
Eh salah. SELAMAT CAVING maksudnya.



Planet Namec,
29 Oktober 2017
Kesayangan kamu.