Tuesday, 17 February 2015

[#FF2n1] Jauh di tenda, dekat di hati

Flash Fiction ini ditulis untuk mengikuti program #FF2in1 dari www.nulisbuku.com di Facebook dan Twitter @nulisbuku

Masih tentang Pondok Salada. Entahlah saya masih mengingat jelas raut wajahnya ketika bertanya apakah saya baik baik saja, mengkhawatirkan keadaan saya saat kehujanan, menemani saya di dalam tenda saat tubuh saya terasa dingin, dengan baik hati menambahkan sleeping bag-nya untuk saya. Rasanya baru kemarin. Padahal ini bukan pendakian yang pertama, tapi perasaan ini, seperti... tak bisa di ungkapkan lagi dengan kalimat. Sebentar ya, saya mau berlari ke arahnya sekedar untuk memegang otot lengannya itu.

*kemudian berlari*
*kembali lagi*

Bandung-Garut. Mungkin dekat ya memang dekat, tapi siapa sangka bahwa saya akan pergi ke garut via Bandung menggunakan kendaraan bermotor dan berjalan sepagi itu saya sendiri masih tidak percaya. Di dukung cuaca yang tidak bersahabat juga. Di belakangnya berulang kali menggunakan alat bantu pernafasan tanpa sepengetahuannya. Berulang kali meniup telapak tangan yang dirasa terlalu dingin. Dan seketika rasa dingin itu buyar ketika pacar mengatakan sesuatu "awannya cerah, Bintangnya banyak. Nanti pagi ngga hujan." dan saya hanya menjawab singkat "iya bintangnya banyak." Entahlah saya terfokus pada bintang di langit malam pagi itu. Tanpa saya sadari ketika asik meniup telapak tangan pacar menoleh lalu.
Pacar : Kamu ngapain?
Saya  : Ngga apa apa. Hahaha.
Pacar : Hih. Kebiasaan. Sini masukin ke kantong tangannya.
Saya  : Ha? Iya

Di ambilnya tangan saya dan lekas ia masukkan ke kantong jaketnya. Lagi dan lagi saya hanya tersenyum dan kembali pecah senyumnya.

Pacar : Kamu pegang obat ngga?
Saya  : Iya.
Pacar : Yaudah bagus. Jangan tidur
Saya  : Yah, baru mau izin.
Pacar : Nanti jatuh.
Saya  : Belum lama tadi tidurnya
Pacar : Suruh siapa ngga tidur - tidur? 
Saya  : Hhh.


--------------------------------------

Aku disini dan kau di tenda
Hanya berjumpa via suara
Namun ku slalu menunggu saat kita berjumpa
Meski kau kini Jauh di tenda, kita memandang langit yang sama
Jauh di tenda tapi dekat di hati...

Lirik itu :)
Dinyanyikan pacar saat sedang bermain kayu bakar sambil memutar musik melalui handphone saya.
Karena pagi itu dingin sekali, jadi pacar membuat api unggun bagian kedua.
Dan saya sedang membereskan apa apa yang di rasa berantakan di dalam tenda.
Ran - dekat di hati..
Ia pilih di playlist handphone saya :)
Ia nyanyikan lagu itu sambil menggerakkan kepalanya dan sesekali melirik ke dalam tenda, bahkan hingga menongolkan kepalanya ke arah tenda.

Tingkahnya yang konyol itu, kadang membuat saya senyum-senyum sendiri. Tingkahnya yang kadang meluluhkan hati juga....
Ah sudahlah!
Biar saya saja yang menyimpannya.

Rgrds,

No comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar dengan baik dan sopan kalau mau jadi kesayangan aku :)
Jika ingin kasih sayang berlebih bisa ke benbenavita @ gmail . com