Saturday, 17 June 2017

Teruslah Membuang Sampah ke Laut, Maka Kamu akan…

Travelling membuat saya mau enggak mau memperhatikan keadaan sekitar. Mulai dari budaya, tata karma, attitude, lingkungan dan lain sebagainya. Perjalanan yang paling saya sambangi adalah perjalanan ke kota dan ke gunung.

Yang paling menyedihkan adalah ketika saya hendak melakukan perjalanan ke laut atau ke pantai. Contoh mudahnya adalah ketika ke pulau seribu, kamu akan sering kali melihat sampah dipinggir atau bibir pantai yang tersebar sembarang. Sampahnya pun beragam, mulai dari kaleng, botol minuman, plastik makanan dan lain sebagainya. Dan itu, ditanggapi beragam oleh masyarakat sekitar. Ada yang peduli, ada juga yang sengaja membuangnya ke laut.

Contoh lainnya adalah di pelabuhan Ketapang Gillimanuk, kamu juga akan menemukan problem yang sama, yakni sampah. Lagi-lagi tentang Gorontalo, di Kota Marisa, Kabupaten Pohuwato. Terdapat sebuah desa yang diberi nama Desa Terapung Torosiaje yang letaknya di kecamatan Popayato. Ketika sampai di tengah laut dan bergumul dengan warga Torosiaje kamu akan melihat banyak sekali sampah plastik rumah tangga. Planningnya sampah tersebut dibuang dan dijadikan satu dengan warga daratan, namun nyatanya tidak demikian.

Persoalan sampah di darat dan terutama di laut ini memang sudah sangat kompleks sekali. Entah harus dilakukan apalagi agar khalayak membuang sampah pada tempatnya bukan lagi membuang mantan pada tempatnya. Sungguh tidak elok jika Indonesia sebagai penghasil sampah terbesar nomor 2 di dunia kalau melihat Indonesia ini kaya dan subur akan segalanya.

Pagi ini, saya melihat berita dari daily mail yang mengatakan bahwa telah ditemukannya bangkai paus yang terdampar di daerah perairan Skye, Skotlandia. Dan ternyata setelah diteliti oleh para ilmuwan, di dalam perut paus terdapat sampah plastik seberat 4 kg. Luar biasa!

Wahai para manusia yang sedang senang-senangnya travelling atau senang-senangnya bermain di laut, buanglah terus sampahmu ke laut. Tolonglah jaga tangan nakalmu itu. Jika kamu terus membuang sampah ke laut bukan hanya paus yang akan terus mati, tapi terumbu karang dan biota lautnya lainnya. Malulah pada diri sendiri jika kamu membuang sampah seperti itu. Kalau perlu tegurlah orang yang membuang sampah sembarangan itu. Pft.

coral day triangle

Btw, setiap tahunnya Indonesia memperingati Coral Triangle Day. Bukan hanya Indonesia sih, melainkan Malaysia, Fillipina, Timor Leste tempatnya Raul Lemos dan Krisdayanti, Papua Nugini dan Solomon yang selalu diperingati setiap tanggal 9 Juni.

coral day triangle

Coral Triangle merupakan sebutan untuk wilayah geografis perairan yang lebih dari 65000000 km2 dan lebih dari 600 spesies terumbu karang serta hampir 76 persen semua spesies terumbu karang yang ada di dunia merupakan ekosistem laut paling subur. Kawasan segitiga karang ini meliputi Indonesia, Timor Leste, Filipina, Malaysia, Papua Nugini, dan Kepulauan Solomon. Wilayah yang terkenal dengan keanekaragaman jenis flora dan fauna endemik, hutan hujan tropis, terumbu karang dan beberapa spesies padang lainnya. Lebih dari 3000 jenis ikan juga menjadikan wilayah segitiga karang sebagai tempat tinggal atau tempat hidup mereka. Belum lagi terdapat 6 dari 7 spesies penyu laut yang bertelur dan bermigrasi ke kawasan coral triangle ini.

coral day triangle

coral day triangle

Namun, terumbu karang sudah banyak yang rusak, disebabkan oleh pembangunan di wilayah pesisir, pembuangan limbah rumah tangga, pabrik dan lainnya baik di darat maupun laut, pertambangan, penangkapan ikan dengan merusak laut seperti dengan alat tangkap ikan yang terlarang dan penggunaan sianida. Belum lagi pemutihan karang akibat perubahan iklim, serta sedimentasi mengakibatkan rusaknya hulu dan daerah aliran sungai. Dan terakhir akibat penambangan terumbu karang.

coral day triangle

Jadi, kalau kamu terus membuang sampah secara sembarang baik di laut maupun di darat, yang akan kesusahan bukan hanya biota laut, tapi kehidupanmu juga. Kamu akan merugi dengan adanya banjir, kamu juga akan merugi dengan tidak dapat melihat biota laut yang indah. Belum lagi kalau kamu memiliki anak dan cucu, tidak ada lagi yang dapat kamu sampaikan bahwa ekosistem di bawah laut itu bagus dan lain sebagainya.

Buanglah sampah pada tempatnya, jangan pernah buang sampah ke laut. Cintai lingkunganmu untuk masa depanmu kelak.

Pssstt, bonus buat kamu yang udah baca tulisan saya.

hamish daud

Planet Namec,
21 Juni 2017
Kesayangan Kamu.

4 comments:

  1. Sedi juga ya, niatnya pengen ke pantai liat pemandangan indah, eh tapi sampah berserakan di depan mata ._.

    Uda lama ga ke pantai sih. Di Jogja yang deket yaa Parangtritis, Depok, dan Pantai-pantai di Gunung Kidul yang bejibun itu. Apakah sekarang pantai itu kotor? Mari kita lihat

    ReplyDelete
    Replies
    1. pantai yang dijogja masih bersih nggak ya? terakhir ke pantai depok cukup kotor sih. cukup ya cukup

      Delete

Silahkan berkomentar dengan baik dan sopan kalau mau jadi kesayangan aku :) JANGAN PAKAI AKTIF LINK YA!
Jika ingin kasih sayang berlebih bisa ke benbenavita @ gmail . com