Tuesday, 27 January 2015

January 27, 2015 4

Pacaran di Pondok Salada.

Gunung Papandayan terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat tepatnya di kecamatan Cisurupan. Gunung yang memiliki ketinggian 2665 di atas permukaan laut ini terletak sekitar 70 Km sebelah tenggara kota Bandung.

Kali ini saya pergi bersama pacar. Kebetulan pendakian gunung ini sudah kali ke berapa yang dilakukan oleh kami. Hanya saja kami rindu naik gunung, sementara cuaca sedang tidak bersahabat jadi kami putuskan memilih Gunung Papandayan.

Tidak banyak barang bawaan kami, hanya 1 buat carrier seukuran 38L dan satu daypack seukuran 20L. Kami berangkat dari Bandung tepatnya di daerah Cigadung menggunakan kendaraan pribadi menuju Camp David (Basecamp Gunung Papandayan). Setiba disana si pacar melakukan registrasi dan menitipkan kendaraan sementara saya menunggu di warung sembari menyeruput teh panas.

Setelah semua beres, kami berangkat untuk trekking lah. "Tabung oksigen kamu udah?" Si pacar mulai mengingatkan dan segera saya jawab, "sudah." "Obat kamu udah juga?" Tanya pacar sembari mengingatkan juga,kemudian saya jawab dengan lembut, "sudah sayang."


Thursday, 15 January 2015

January 15, 2015 0

Diskusi Tentang Menikah

doc. pribadi
Siapa tak kenal dengan kata tersebut? Menikah adalah sesuatu yang memang di inginkan oleh setiap manusia dan juga di wajibkan oleh Allah SWT. Karena kita hidup di dunia ini memang di ciptakan berpasang-pasangan :).

Hanya saja yang menjadi perkara adalah... Jika kita terlalu mengegebu-gebu ingin cepat menikah akan tetapi tidak memperbaiki diri. Tidak salah memang keinginan untuk menikah, apalagi menggebu-gebu. Ada masanya memang menggebu-gebu untuk menikah. Namun pertanyaan demi pertanyaan mulai bermunculan, apakah wajar? Tentu wajar, yang penting dasar agamanya bagus, nantinya akan terbimbing ke tahap selanjutnya. Lalu pertanyaan selanjutnya muncul kembali, apakah pantas jika seorang wanita terlalu menggebu-gebu untuk segera menikah? Masih dalam tahap pantas dan memantaskan diri :). Tidak hanya pertanyaan tersebut yang muncul. Pertanyaan yang lainnya muncul kemudian. Jika seorang wanita muslimah mengegebu-gebu ingin menikah sampai berkoar-koar ke beberapa media sosial (misalnya) "aku ingin menikah, ingin segera menikah" padahal calonnya belum ada. Apakah pantas? TENTU TIDAK. Kenapa? Bukankah tiap manusia memang ingin menikah dan akan menikah? Tanpa mereka koar-koar-pun juga sudah tahu. Yang penting adalah bagi seorang yang ingin menikah adalah memantaskan dirinya sendiri. Bicara kesana kesini tapi kalau belum pantas  untuk apa? Jadinya terlihat seperti bermain-main. Bebas dan sah saja sih mau bikin pengumuman seperti apa juga, tapi sebagai wanita muslimah tentu tidak pantas membuat pengumuman berlebihan.

Kesungguhan untuk menikah bukan sekedar menggebu-gebu di omongan saja. Tapi, ada kemauan kuat untuk mengoreksi dan memperbaiki diri dalam rangka mempersiapkan pernikahan. Menikah itu bukan game over atau muara dari cinta. Tapi awal mula dari love the next level...