Thursday, 25 June 2015

June 25, 2015 4

[Review] ASUS ZenPower Experience

"Duh, uas hari ini ngejelimet ih." Keluh saya dalam hati setelah tiba di rumah dan harus memanjat pagar rumah serta masuk lewat jendela dikarenakan rumah yang terkunci rapat. Iya pagi itu saya baru pulang dari luar kota mengunjungi seseorang di sana dan pagi itu juga saya harus segera bergegas ke kampus untuk ujian akhir semester, setelah tiba di rumah, siang harinya ternyata rumah terkunci rapat.

Setelah melepas tas yang berada di punggung serta helm di atas kepala, terdengar suara bel rumah. Kemudian saya turun keluar dari kamar dan segera bergegas turun kebawah untuk keluar rumah, ternyata kurir yang mengantar barang.

Karena saya masih mengantuk akibat perjalanan kembali ke Jakarta belum tidur ditambah dengan ujian akhir, jadi saya putuskan untuk menggeletakkan paket tersebut di meja dan saya tinggal tidur. Malam harinya baru saya membuka paket tersebut yang di packing dengan rapih serta menggunakan kayu. Jeng jeng isinya Asus ZenPower.
Asus ZenPower
June 25, 2015 4

[Kemping Ceria Arjuno] Bertualang sehari di Parang

Postingan sebelumnya bisa baca disini banget nih. Ngga perlu banyak basa basi lagi deh karena udah kebangetan banget basi. Oke missunderstanding with "kebangetan banget".

"Haii aku punya plan hari ini, nanti main ke Gumuk Pasir yokk, trus liat sunset dr take off  Paralayang dan makan sogul (sopgulai) di dkt UGM hha."
"How howw?"
"Start jam 2 kalau mau."

Jam telah menunjukkan pukul 2 siang, kemudian yang di tunggu pun tiba, tapi yang datang hanya 2.
Menunggu belasan menit eh engga deng 30 menit akhirnya yang satu datang.

Masih dengan hati wajar,wajah datar serta perasaan wajar. Akhirnya kami berempat melanjutkan perjalanan yang telah di susun secara detail dan rinci.

Menggunakan dua kendaraan bermotor, saya, Mas Alim, dan Mas Uko, serta Mas Iqin menjelajahi jalanan Yogyakarta, melewati gunung, lembah, mengarungi laut macam Ninja Hatori. Tujuan pertama kami adalah Gumuk Pasir yang terletak di antara Pantai Parang Kusumo dan Pantai Depok dekat dengan Pantai Parang Tritis. Di pantai tersebut, terdapat hamparan gurun pasir seperti di Afrika yang membentang dan membentuk gundukan-gundukan, maka disebut gumuk pasir oleh warga sekitar. Jauh? Iya jauh, apalagi kami memulai perjalanan kami dari daerah Lempuyangan, ah saya lupa nama daerah tersebut.

Wednesday, 10 June 2015

June 10, 2015 6

Selalu Jadi #TravelerPemula .....

Hmm.
Gara-gara twitternya Backpacker Indonesia di timeline dan ngeliat artikelnya Ka Fahmi terus langsung terinsipirasi buat postingan ini. Di blog-nya Ka Fahmi ada beberapa hal yang di anggap sebagai Traveler Pemula dan ternyata sumbernya dari artikel ini.

Kamu traveler pemula, jika...
 Dan seorang traveler pemula di anggap pemula jika....

1. Memotret sayap pesawat terbang
Lainnya bisa di liat di instagram @bernavita
Iyalah, daripada menghabiskan waktu buat tidur di pesawat mending foto sayap pesawat terbang kan. Dengan catatan kamu duduknya di dekat jendela, kalau kamu duduknya di tengah atau bahkan di pinggir yang kamu bisa foto cuma mba - mba pramugrarinya aja

Thursday, 4 June 2015

June 04, 2015 2

Letting Go

"Ben, i think he is a fool for letting you go."
Aku mendadak termangu, ketika sahabatku mengatakan demikian.
Selarik kalimat di atas membuatku berfikir.
Cukup lama aku tidak mendengar kata itu. Yang di yakini hanya.... ah sudahlah.

He and i were going nowhere.
He is a fool for letting me go, or am I fool for letting him go? Kembali ku berfikir.
Wait, why am i even questioning myself again about him? I'm not a fool for letting him go. Not then, not now. Ah, kenapa pula aku harus kembali memikirkannya. Memang dia memikirkanku?
Keluhku.

Beberapa hari sebelumnya, ia menelepon. Sekedar bertanya kabar dan mengingatkan sesuatu layakanya pasangan yang mengingatkan. Aku hanya menjawab ala kadarnya, tapi bukan berati tidak berterimakasih, hanya saja terimakasih ku kali ini beda. Ya terimakasih tanpa rasa dan tanpa makna.

Tuesday, 2 June 2015

June 02, 2015 0

[Hotel] Fabu hotel, Bandung

Bandung.
Kota paling epic sepanjang masa. Ngga pernah bosen berkali-kali ke Bandung juga.
Pria-pria bandung yang kasep - kasep juga udah berhasil menyilaukan mata
Deg-deg-deg-deg.

Akhir bulan Mei lalu saya berkunjung ke Bandung berencana untuk kemah di salah satu danau paling terkenal di daerah Kamojang. Saya memustuskan untuk H-1 untuk bermain di kota kembang terlebih dahulu. Pas banget kan abis KAA, jadi masih ada efuoria-nya. Ini berati saya harus menginap satu malam di Bandung. Oleh karena itu saya memutuskan untuk mencari penginapan di Bandung yang cukup menjangkau budget di dompet ajaib saya.

Melalui situs pencarian, akhirnya saya memilih untuk menginap yang dekat dengan jalan Asia Afrika dan akses angkutannya mudah. Setelah beberapa menit pencarian, Akhirnya saya memilih di Fabu Hotel sebagai tempat saya bermalam di Bandung.
source google.com

Fabu hotel yang terletak di 
Source google.com
Jl. Kebonjati No. 32
Bandung 40181

Fabu Hotel memberikan fasilitas yang memadai untuk saya, sebagai pekerja online.
Saat saya meminta kamar dengan fasilitas wifi yang kencang, mereka memberikannya.
View dari lantai 3 juga cukup indah untuk memandang bangunan di Bandung pada malam hari.

Resepsionisnya pun ramah, saat saya melakukan pengecekan data pribadi, lalu saya sempat kaget dengan harga yang di berikan oleh resepsionis yang berbeda dengan harga yang sudah saya booking sebelumnya, karena saya sudah terlalu letih dan ingin segera mengerjakan kerjaan serta ingin segera berkeliling Bandung, akhirnya saya mengiyakan harga yang diberikan resepsionis tersebut.

Setibanya saya di kamar, resepsionis menelepon saya, bahwa benar harga yang harus saya besar adalah sesuai dengan booking-an saya yang terakhir. Dan resepsionis tersebut mengabarkan bahwa sudah mengembalikan dana yang sebelumnya.
*kemudian mengecek handphone* Winkkk! Dan benar, ada dana masuk.
Tidak lama kemudian saya keluar kamar dan bersiap untuk jalan-jalan di daerah Asia Afrika, sembari turun saya kembali ke resepsionis. Dan kembali mengadakan transaksi. Bhahahahahaa.

Fasilitas lainnya yang saya nikmati adalah, Kamar yang luas sampe cukup buat lelarian, kecuali lari dari kenyataan, kamar mandi yang bersih dan lengkap dengan hairdryer.. uwuwuwuwuw. Tv kabel yang bersih. Sertaaaa internet yang lancar tanpa pasword. LUAR BIASAA. Baru kali ini hotel kasih wifi tanpa pasword :| keren men.

source google.com
source google.com
Source google.com
source google.com
Mba mba resepsionisnya juga bilang "Jika ibu ada masalah dengan wifinya, mohon hubungi kami ya bu agar teknisi kami dapat segera membantu ibu."
ADUH! Jarang banget ada resepsionis yang begini.

Eh kalo mau reservasi langsung bisa ngehubungin :
Phone: +62 22 422 4597
Lebih murah lagi? bisa langsung booking di www.fabuhotels.com 
June 02, 2015 0

pointed nose man

Pict by him

Hm~
You wanna do this the easy way or the hard way, Ben?
Im at the true way or false way?
Inilah kalimat yang terbesit di kepala saat memposting tulisan ini.

He looked so cool, and funny, and has a pointed nose. I didn't know what he thought of me though, karena tiba-tiba aku merasa letih. Letih karena terlalu lama menatapnya. Oke sebentar, rasanya enak jika mendengar lagu ini sambil membaca postingan kali ini.

Ku terpikat pada tuturmu, aku tersihir dirimu
Terkagum pada pandangmu, caramu melihat dunia....

Kali ini sulit untuk di ungkapkan.
Bibirnya yang tak henti berbicara tentang apapun, membuatku nyaman berada di dekatnya.
Tutur kalimatnya yang membuat lelucon dari yang menurut ku tidak lucu, hingga lucu pun berhasil membuatku tersenyum bahkan tertawa.

I can't say anything more about this man.
I fell in love with him, in his attitude, the laughter, the jokes, the hug, the attention, and so forth.
but to have a long distance relationship (again) I've not been able to ...
he-was also not wanted. like simi simi, he said ...



Monday, 1 June 2015

June 01, 2015 8

[Kemping Ceria Arjuno] Perjalanan Jogya Surabaya - 1

Pagi.
Kenapa Pagi? Karena saat saya menulis postingan ini memang di pagi hari.

**Stasiun Tugu Yogyakarta
Sampai bertemu Kembali Jogya
Setelah menghabiskan waktu di Jogya beberapa malam, kami di antar oleh Mas Djarot dan Mas Kacang menuju stasiun Tugu Yogyakarta. Kereta Sancaka sore itu membawa kami ke kota Pahlawan. Perjalanan dari Yogyakarta ke Surabaya selama kurang lebih 6 jam kami lalui dengan mendengarkan musik, tidur, bercerita, mengunyah. Tapi lebih tepatnya kami banyak tertidur. Karena kereta yang kami tumpangi banyak dari rombongan berbaju biru berlogo bank, kami sempat terganggu karena suara mereka yang begitu terdengar kencang. Akhirnya kami putuskan untuk lebih banyak tidur. Kami pun sempat meminta untuk bertukar tempat duduk dengan rombongan tersebut.