Thursday, 28 May 2015

[Kemping Ceria Arjuno] Senen - Lempuyangan

"Ben arjuno yok"
"Wedew. Arjuno. Ayok. Kapan?"

Percakapan di atas terjadi pada tanggal yang disembunyikan lalu, jam 3 pagi dan baru saya balas jam 9 pagi. Sepertinya saya masih berat untuk membuka kelopak mata saya dari tidur yang bermanfaat semalam. Mimpi atau entah bagaimana. Serasa di alam bawah sadar ajakan tersebut.

Bulan April lalu saya pernah berbincang melalui aplikasi whatsapp dengan Ka Syaehu mengenai Gunung Arjuna. Ia bilang gunung itu terlalu berat untuk saya, jadi ia menyarankan lebih baik pergi ke Gunung Welirang, karena trekking tidak begitu letih.

Ya namanya manusia, banyak lupa banyak pula salahnya. Memasuki pertengahan bulan Mei ajakan salah seorang teman menjadi menggiurkan. Sudah sebulan tepatnya setelah percakapan dengan Ka Syaehu, jadi wajar lupa. Alah, ngeles aja kamu, Ben.
Singkat cerita teman saya itu berhasil mengajak saya untuk ikut mendaki ke Gunung Arjuna, tapi entah bagaimana kelanjutannya, kami malah memesan tiket ke Yogyakarta terlebih dahulu.
Kalo ia sih jelas, mau mencoba wall climbing baru di Universitas Islam Indonesia (UNISI) dengan kawan lainnya. Lalu saya? Entahlah, saya bingung. Akhirnya saya memutuskan untuk manut aja.

Di lain percakapan saya membuat janji dengan beberapa teman fotografer (katakan lah mereka jago foto atau hobi berfoto) dan teman komunitas menulis saya serta bertemu adik sepupu saya.

** Sabtu itu.
Banyak sekali planning hari itu. Sudah hampir membuat kepala pecah. Kalau di urutkan maka, kamis kuliah malam, kamis meeting open trip, serta mengejar tugas supaya bisa di kumpulkan sebelum saya berangkat, kamis melanjutkan tugas, sabtu pergi bersama mama, lalu ada rapat organisasi juga. Dan sabtu saatnya saya dan ia berangkat ke Yogya.
Malam itu kereta kami berbeda, iya berbeda dikarenakan saat ia membeli tiket kereta tidak bareng. Jadi ia lebih dulu membeli tiket keret, kemudian di susul saya.

"Ben, Jam 9 udah di stasiun ya."
"Iya kak."

** Stasiun Pasar Senen
Jam 20.58 saya sudah tiba di stasiun. 3 menit kemudian ia datang, lalu kami mencetak tiket. Dan kalian tau apa yang dilakukannya? Ia meminta saya untuk mencari orang yang berpergian sendirian untuk menukar tiket kereta. Aduh ini sulit di jelaskan. Biarlah saya kenang sendiri saja dan kalian yang deskripsikan.

Malam semakin larut, kereta Progo yang akan membawa kami ke stasiun Lempuyangan pun tiba. Kami segera berbegas. Siapa sangka malah kami satu gerbong setelah berhasil menukar tiket dengan penumpang lain, hanya saja tempat duduknya yang berbeda. Tentu,Ben. Dengan santai kami menggemblok carrier berukuran 75 liter plus dan 38 liter plus memasuki setiap gerbong dan mencari tempat duduk sesuai tiket.
Carrier 38 liter plus
Carrier 75 liter plus
Malam itu ada kabar tidak mengenakkan juga mengenai jalur transportasi ini, katanya terjadi tabrakan antara kereta penumpang dan kereta barang di daerah Cirebon. Telisik punya telisik yang tabrakan jalur utara. Syukur saya ucapkan, karena kereta yang kami tumpangi menggunakan jalur selatan.
Rute Kereta Api Progo
Perjalanan malam itu pun di lalui dengan kegalauan pribadi. Iyalah galau, Kerjaan siapa yang pegang. Buset deh. Mungkin ia merasa, hingga akhirnya bertanya "gelisah bener sih Ben." dan saya hanya tersenyum. Mungkin senyum pahit yang saya berikan. Halah~

Secara inisiatif ia mengajak saya untuk pergi ke gerbong restorasi sembari makan malam. Ah memang kebetulan malam itu saya belum makan. Dengan santai melahap makanan yang kami pesan, kami berbicara. Bukan bicara dari hati ke hati ya. Hanya bicara sewajarnya..
Selesai menyantap makanan ala kereta api, kami sibuk memegang gadget masing - masing. Lalu dilanjutkan dengan tidur - tidur ayam di gerbong restorasi. Huft. Jam menunjukkan pukul 3 pagi, dan belum tiba di gombong juga. kami-pun kembali ke tempat duduk masing-masing. Lalu tertidur.

** Stasiun Wonosari
-,-
Pagi hari sudah menunjukkan pukul 6 lebih, saya sudah terbangun dan mencari tahu keberadaan posisi. Ternyata masih di stasiun Wonosari. Oke. Wait a sec, ada ya stasiun Wonosari. Oh. Baru tau. Oke abaikan. Dan ia keluar dari gerbong untuk mengambil foto sekeliling pagi itu.

** Stasiun Lempuyangan
Rasa cemas mulai timbul di antara kami berdua, karena sudah pukul 8 masih saja di wates. Telat sekali kereta ini, mungkin dikarenakan kecelakaan semalam jadi agak sedikit telat. Jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi, kami tiba di stasiun Lempuyangan.

Saya diajak kerumah kawannya untuk bermalam disana. Oke saya manut. Tidak jauh perjalanan dari stasiun Lempuyangan kerumah kawannya tersebut. Jadi kami berjalan kaki, tidak sampai 10 menit kami sudah tiba.

** Dirumah Mas Kacang.
Pertama kali ketemu Mas Kacang.

Aduh kok saya mendadak malas bercerita ya.
saya tinggal 5 menit dulu ya. Saya mau sarapan sebentar dan minum obat. Nanti lanjut lagi.
      *30 menit kemudian*
Hai, kembali lagi, terimakasih sudah menunggu. Jadi sampai dimana tadi tulisan saya?

Setibanya dirumah Mas Kacang, kami bergegas melepas carrier yang asik bertender di punggung kami. Lalu kami merebahkan tubuh, men-charger gadget dan lain sebaginya.
Pukul 11 kurang ia izin pergi ke pool bus untuk mengambil barang. Nah, selama mereka pergi saya mandi~
Yuhuuuu. Akhirnya mandi. Hampir satu jam, hampir lho ya belum satu jam mereka sudah kembali dan saya sudah rapih.

"Kak, nanti aku jam 2 an izin pergi ya."
"Kemana ben?"
"Ke *****."
"Jadi nanti malem kamu ngga nginep sini?"
"Ngga kak, besok malem aja. Gapapa kan?"
"Yaudah, kabarin aja ben."
"Siap kak."

Continue~
Note : Masih berlanjut pada postingan berikutnya ya :) Jadi silahkan di tunggu postingan selanjutnya!
Happy Reading!

Hai ini LANJUTANNYA! HAPPY READING!









No comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar dengan baik dan sopan kalau mau jadi kesayangan aku :)
Jika ingin kasih sayang berlebih bisa ke benbenavita @ gmail . com