Thursday, 4 June 2015

Letting Go

"Ben, i think he is a fool for letting you go."
Aku mendadak termangu, ketika sahabatku mengatakan demikian.
Selarik kalimat di atas membuatku berfikir.
Cukup lama aku tidak mendengar kata itu. Yang di yakini hanya.... ah sudahlah.

He and i were going nowhere.
He is a fool for letting me go, or am I fool for letting him go? Kembali ku berfikir.
Wait, why am i even questioning myself again about him? I'm not a fool for letting him go. Not then, not now. Ah, kenapa pula aku harus kembali memikirkannya. Memang dia memikirkanku?
Keluhku.

Beberapa hari sebelumnya, ia menelepon. Sekedar bertanya kabar dan mengingatkan sesuatu layakanya pasangan yang mengingatkan. Aku hanya menjawab ala kadarnya, tapi bukan berati tidak berterimakasih, hanya saja terimakasih ku kali ini beda. Ya terimakasih tanpa rasa dan tanpa makna.


Di hari yang sama, aku menangis di tepi tempat tidur. Tiba-tiba ayah masuk ke kamar ku yang sendu dan penuh tisu yang basah karena air mata.
"Kenapa kak?"
"Aku ngga apa-apa yah."
"Lalu kenapa kamu menangis hingga sesunggukan demikian?"
Pundakku terangkat dan memeluk ayah.

"Sabar kak, setiap pertemuan ada perpisahan. Setiap kasih sayang ada kasih benci. Setiap suka ada duka. Tinggal kamu yang mengorientasikannya kak. Pertemuan akan sedih jika kamu bertemu dalam keadaan yang tidak mengenakan,melayat seseorang contohnya. Perpisahan akan bahagia jika dipisahkan dalam moment yang memang bahagia perayaan ulangtahun contohnya. Semua itu tergantung orientasi mu kak."

Mendengar kalimat ayah, aku kembali memeluk ayah dengan erat dan semakin sendu air mata ini.
Seraya tangan ayah menghapus air mata di pipi ku.
"Berhentilah menangis, untuk apa bersedih jika kamu bisa bahagia? Buat apa menangis jika kamu bisa tertawa? Pergilah keluar, lakukan aktivitas yang membuatmu bahagia dan tertawa. Lupakan kesedihan yang berlarut."
"Iya yah, terimkasih. Baju ayah basah karena air mataku."
"Tidak apa, sejak bayi baju ayah dan ibu selalu basah oleh mu."

Bibir kelu ini hanya mampu mengeluarkan senyum getir.


2 comments:

  1. you have more reason to be happy . at least, compared to others ...

    ReplyDelete

Silahkan berkomentar dengan baik dan sopan kalau mau jadi kesayangan aku :)
Jika ingin kasih sayang berlebih bisa ke benbenavita @ gmail . com