Monday, 13 April 2015

[Kemping Ceria Jayagiri] Santai di bukit Bandung

Hi viewers...

Kemping Ceria Pake Cinta di Jayagiri.
Mungkin lebih tepat judulnya begitu. Tapi karena kepanjangan yaudah di pendek-in aja. Here we go!
Jayagiri adalah desa di kecamatan Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat, Indonesia. 

Kenapa mesti jayagiri? Karena saya ingin kesana, yang sebelumnya kami Pacaran di Pondok Salada (disini ya kalo mau baca). Singkat cerita bulan lalu berbicara sama pacar untuk menemani kemcer di Jayagiri dan langsung di oke-kan, meskipun sebelumnya sempat ada perubahan tapi kembali lagi ke plan semula. Kali ini ngga cuma berdua sama pacar meski niatnya berdua makan nasi liwet pake ikan asin sama sambel terus liat bintang sama bulan di atas sana sambil makan roti bakar gulung.. endeussssss...

Iya kami berdua bersama salah satu komunitas pendaki gunung di daerah Bandung yang kebetulan juga mengadakan kemcer disana.

Untuk menuju jalan Jayagiri cukup mudah, misalnya; mulai saja dari arah Bandung tepatnya Terminal Ledeng Jl.Setiabudi. Dari terminal tersebut kita hanya perlu naik angkot satu kali (yang berwarna krem ) yaitu jurusan Ciroyom-Lembang atau Stasiun Halte-Lembang setelah itu kita turun persis di depan jalan Jayagiri yang ditandai dengan banyaknya tukang ojeg, tukang ketan bakar  dan plang penunjuk jalan Jayagiri  atau yang belum tahu cukup tanyakan saja pada supir atau keneknya untuk turun di Jayagiri ongkosnya pun cukup terjangkau Rp.3000 (ini dulu, tahun 2014 kayaknya sekarang kan BBM naik, untung bukan BBM aja yang naik, tapi rasa sayang aku sama kamu juga ikutan naik.) 

Karena kemarinan berangkat dari mana saya juga lupa karena cuma mbonceng pacar.
Oh dari Cigadung.
Dari Cigadung saya mbonceng pacar menuju ke daerah Jayagiri. Si pacar melewati jalan pintas. Tapi ngga sepintas itu menyayangi aku. Hem. Fokus ben!

Nah setelah memasuki jalanan ke arah Jayagiri, lurus saja terus hingga menemukan rumah sakit, dan mesjid. Dan masih lurus terus hingga bertemu pos penjagaan atau pos masuk menuju Jayagiri.

Tak pakai minyak wangi, biasanya tak begitu lama, pacar dan 2 temannya memarkir kendaraannya dan langsung ke pos penjagaan untuk membayar tiket masuk. Oia informasi saja, bagi yang kemping di wajibkan membayar tiket masuk sebesar Rp 10.000/orang dan yang tidak kemping atau tektok hanya membayar Rp 5.000/orang. Cukup murah. Jangan lupa minta tiket masuknya ya.

Selesai melakukan pembayaran kami melakukan perjalanan dengan trekking ke atas sana. Iya trekking, kurang lebih perjalanannya 1-2 jam. Sekitar 1 jam lebih kami menemukan beberapa warung, motor Trail serta mobil Land Rover.
Iya memang sepertinya daerah Jayagiri dipakai untuk olahraga extrem yang menggunakan kendaraan seperti itu.

Tanpa pikir panjang, kami berempat melanjutkan perjalanan menuju tempat kemah, tidak sampai 45 menit. Lalu dengan segera pacar mencari tanah lapang untuk mendirikan tenda, sementara temannya memasang spanduk (spanduknya salah bawa, jadi abaikan aja), teman satunya memasak air untuk membuat kopi sedangkan saya membantu pacar mendirikan tenda.
Tempat Kemah Jayagiri di pagi hari

Ini Spanduknya -_-
Tenda siap, hammock serta flysheet sudah terpasang dan byur hujan.
Bagus sekali. Segera mengemas barang ke tenda. Sementara pacar masih bingung mengatur flysheet untuk hammock, saya memasak nasi untuk mengisi perut kami.
Dan teman si pacar pulang karena memang tidak menginap hanya saja yang satunya akan kembali lagi pada malam harinya.
Hujan sedikit reda, saya tetap sibuk dengan masakan saya dan sedang berfikir bagaimana caranya mengulek cabe cabean ini menjadi sambal yang endeus ini...
Sebelum Hujan dan sudah berkabut
Selesai menyantap makanan, kami tertidur di dalam tenda. Eh bukan kami deng. Tapi saya. Iya saya tertidur cukup lama. Entah sampai pukul berapa. Setidaknya ketika saya sudah merasa kedinginan karena lupa mengganti pakaian basah karena sedikit terkena hujan. Pacar menengok ke dalam tenda, memberikan jaket dan air hangat. Kemudian izin untuk mencari kayu bakar agar saya bisa menghangatkan tubuh di sekililing api unggun. Lagipula di luar tenda terdengar sangat berisik sekali. Ternyata mereka yang menyusul baru tiba dan sedang memasang tenda, di tambah dari tenda tetangga yg berisik karena teriak-teriak.
Api unggun terpasang, makanan untuk mereka yang baru tiba pun sudah siap dan akhirnya mereka makan kecuali saya.

Entah apa yang terjadi semalam, karena saya izin untuk tidur lebih dulu.
Saat bangun di pagi hari, dengan segera menyiapkan kopi untuk pacar, sementara si pacar membersihkan kotoran matanya di hammock. Pacar meminta di buatkan sup jagung, dengan segera saya buatkan dan langsung memotong bahan masakan sop untuk sarapan kami, dan pacar sibuk memasak nasi.

Selesai memasak, kami semua bermain di hammock, termasuk saya yang berusaha untuk naik ke hammok tingkat tiga namun usaha gagal dan membuahkan besetan kecil di tulang kering kaki karena terjatuh. Huft.
Mereka semua di hammock.
Sarapan sudah, berfoto sudah, main di hammock sudah, saatnya packing!!!
Perjalanan turun ke bawah iyalah masa turun ke atas kalo naik ke atas turun ke bawah keluar ke? memakan waktu tidak sampai 1 jam dan kembali ke pos penjagaan. Oia di sekitar pos penjagaan ada toilet, ada musola, dan ada warung. Kami sempatkan untuk duduk di warung sembari menunggu kawan yang lainnya.
kami :)
Ini video kami selama di Jayagiri, silahkan.....
Dan gue ngga paham kenapa tampilan awal di video ini harus wajahnya (duh lupa namanya euy)


Sekian kemping pake cinta kali ini. Sampai jumpa di kemping selanjutnya...
Rgrds,

No comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar dengan baik dan sopan kalau mau jadi kesayangan aku :)
Jika ingin kasih sayang berlebih bisa ke benbenavita @ gmail . com