Tuesday, 10 February 2015

Media Sosial Digital

Selamat sore dari kesedihan di dalam hati.
Selamat senja dari balik mata yang sedang sibuk menguraikan airnya.

Media Sosial Digital, pekerjaan yang saya tekuni saat ini. Memegang beberapa brand ternama hingga di hire oleh teman sendiri untuk mengurusi media sosial dalam bidang usahanya. Tentu tak mudah bekerja dalam bidang ini, terutama untuk saya yang baru pertama kali dalam bdang ini. Kewalahan? tentu, tapi itu bagian dari resiko pekerjaan. Tapi setelah itu semua berjalan normal kembali, karena sudah terbiasa mengatur segala sesuatunya dengan jadwal yang tepat. Tapi siapa orang-orang di balik pekerjaan yang saya tekuni ini? ya tentu saja pertama adalah Mama, karena telah mengijinkan saya untuk bekerja kembali setelah resign dari kantor lama meskipun menggunakan beberapa syarat mengenai kuliah. Dan yang kedua adalah Ka Arum. Banyak orang mengatakan bahwa kami kembar. Mungkin kembar dari beberapa tingkah laku. Ya, tapi kami tidak peduli. Ka Arum banyak membantu saya dalam hal ini, memberikan informasi mengenai pekerjaan ini, mengajari saya beberapa hal kecil yang saya tidak ketahui, dan tentu bersedia saya hubungi malam-malam hanya untuk membahas pekerjaan, Ka Arum juga ngga pernah bosen untuk berkabar bahwa pekerjaan saya belum selesai atau bahkan terlewat. Lalu siapa yang ketiga? Mas Rio, saya biasa memanggilnya dengan sebutan Mas Yo. Kontribusi besar yang dilakukan Mas Yo sebagai atasan saya langsung. Sikapnya yang sederhana tidak terlihat seperti atasan. Gaya-nya yang ngece (what the meaning of ngece? ya whatever bout it.) Yang membantu saya dalam hal kecil sekalipun, tidak pernah mengeluh di hadapan saya, selalu terlihat kuat meski kadang menundukkan kepala di meja kerjanya. Memberikan bentuk perhatian kecil melalui hal sederhana. Mengingatkan untuk selalu pulang jika saya terlalu malam berada di kantor, memberikan sedikit makanan di pagi hari dan malam hari saat saya belum pulang dari kantor, dan tentunya masih banyak kejadian-kejadian yang saya alami selama di kantor oleh Ka Arum dan Mas Yo,

Akan tetapi itu semua tak berlaku lagi bulan depan.
Ya, tepat bulan Maret Mas Yo mengundurkan diri dari kantor. Saya pribadi tidak bertanya dan tidak akan bertanya mengenai alasannya tersebut. Yang jelas, saya merasa kehilangan. Benar-benar merasa kehilangan. Sosok atasan yang tidak pernah merasa menjadi atasan. Sosok yang mengeluarkan senyum meski sesudahnya menundukkan kepala.

surat media digital untuk Mas Yo..
-------------------------------------------------------
Dear Mas Yo,

Kabar buruk bagiku, kabar bahagia setelahnya. Terimakasih aku ucapkan atas segala sesuatu yang telah Mas Yo ajarkan :) terimakasih atas perhatian - perhatian Mas Yo selama aku di kantor, Terimakasih telah menunggu ku untuk datang saat interview dikantor padahal aku sedang tersesat, terimakasih sudah memberiku izin pulang lebih awal untuk datang kuliah, dan terakhir tapi bukan yang terakhir dari kata-kata ini terimakasih telah rela makanannya aku gerecokin (lha?! opo meneh iki gerocokin. Wes pokoke kui.) Aku tidak pernah merasa sedemikian sedih ketika salah satu teman akan resign dari kantor :) tapi entah kenapa, memang hati yang sedang lemah atau bagaimana, aku merasa sedih sedalamnya.
Mas Yo, sukses selalu di tempat yang baru. Jangan di lupain adiknya yang manja ini. Ah iya. Mas Yo satu-satunya atasan aku yang menganggap aku seperti adik kandung Mas Yo :). Doa terbaik dari ku untuk Mas Yo. Semangat buat Mas Yo, semangat untuk karirny, cita dan cintanya.

Regards,
Bena

--------------------------------------------------------

Bukan suatu alasan bagiku untuk menghalangi Mas Yo pindah dari kerjaan yang sekarang, tapi hanya ada satu alasan untuk aku tidak berbahagia jika memang pekerjaan baru itu membuatmu merasa nyaman Mas.

Mas Yo, Ka Arum, dan Saya

This Posting special tribute to Mas Rio, My partner at office

Rgrds,

No comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar dengan baik dan sopan kalau mau jadi kesayangan aku :)
Jika ingin kasih sayang berlebih bisa ke benbenavita @ gmail . com