Sunday, 15 February 2015

memori lama itu - LDR

Selamat malam kamu.
Selamat malam dari balik bantal yang malu untuk menunjukkan wajah.
Selamat malam dari kesedihan hati yang menguraikan airmatanya menahan rindu

Semalam aku menunggu mu yang sengaja tidak ku beri kabar dan dia (teman wanita ku) di tempat biasa (kamu pasti tau dimana.)
Semalam pun aku mengunjungi Bukit Bintang tempat dulu kamu membawaku hingga terjadi tragedi dengan kendaraanmu.

Pagi ini aku pergi ke Bukit Moko dan Hutan Pohon Pinus bersama dia (teman wanitaku, jangan kamu juga cemburu.)
Tak banyak yang ku lakukan. Hanya tersenyum bersama Billy, sesekali aku meneguk teh manis hangat sambil mengingat beberapa memori yang terekam di ingatan mengenai kelakuan ajaib kita disini :) kita. Iya kita. Aku dan kamu. Tidakkah kamu merindunya? Atau hanya aku yang merindukannya? 


Aku tersenyum tak lama menitihkan air mata. Semakin mengerat peganganku ke Billy dan tanpa disadari aku rindu genggaman tanganmu saat itu.
Kemudian aku jalan selangkah demi selangkah menuju hutan pinus di arah kanan. Duduk dan melihat sekeliling kembali tersenyum dan kembali mengurai air mata.
Ku ambil telepon genggamku dari saku, kemudian telunjuk mengarah ke gallery, tak lama terlihat kita sedang duduk disini dengan Billy di layar telepon. Kembali tersenyum dan mengurai air mata.

Ah! Kenapa aku ini? Harusnya aku berkabar dengan mu, bahwa aku disini bukan malah bersembunyi seperti ini. Tidak. Kali ini aku ingin sendiri. Sendiri melihat perjalanan kita setahun lalu. Terlalu banyak yang terbesit di hati dan pikiran. Terlalu sulit menyakini bahwa sudah satu tahun berlalu :)
Tak lama aku kembali dan membayar teh manis hangat yang aku pesan. Kemudian aku berdiri menatap pohon itu sangat lama hingga aku tak sadarkan diri bahwa sudah lebih dari 15 menit.

"Segeralah kamu sadar, dia tak akan kembali sama. Tapi kasihnya untuk mu akan sama bahkan lebih dari yang kau kenang sekarang. Ingatlah tujuanmu kesini untuk apa? Kau berjanji apa pada orangtuamu? Lekas selesaikan dan segeralah pulang."

Meninggalkan tempat itu sambil tersenyum. Setelah terlalu lama menatap layar telepon, aku membuka peta bahwa aku harus ke Cigadung Wetan, Cigadung Indah, dan Cigadung selatan. Semuanya tidak merasa pas di hati. Kemudian berlanjut ke Geger Kalong, tak merasa pas juga. Jam di tangan sudah menunjukkan pukul 13.00 Waktu Bandung. Sudah telat 1 jam untuk aku kembali pulang.

Kembali di antarkannya ke terminal. Dan aku tak sekelibat matapun melihat wajahmu, ya karena aku tak memberimu kabar. Aku akan kembali sesuai dengan tanggal yang telah kita sepakati, aku harus kembali pulang untuk mengurus beberapa hal di Bekasi dan Jakarta. Maafkan aku tidak berkabar. Maaf dari hati. Hati memaksa untuk bertemu, tapi ego dan gengsi lebih besar..

Kota ini memang bukan letak geografisnya :)
Melainkan tentang perasaan. Iya perasaan ini. Perasaan rindu yang selalu berkecamuk di hati.
Perasaan lapar. Lapar untuk bertemu denganmu.

Salam sayang dari aku yang merindumu.

No comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar dengan baik dan sopan kalau mau jadi kesayangan aku :)
Jika ingin kasih sayang berlebih bisa ke benbenavita @ gmail . com