Wednesday, 11 February 2015

Rumah, aku ingin pulang - LDR




Tentang rumahku
Di ujung bukit karang yang berbatu
Beranda rumahku
Tumbuh tumbuhan liar tak tahu malu
Tentang rumahku
Berbagai macam musim telah kurengkuh
Jadi saksi bisu
Cerita mimpi indah di masa lalu
Yang terlahir dari sebuah gerbang waktu
Yang menjadi tembok kokoh mengitari rumahku
Adakah yang lebih indah dari semua ini
Rumah mungil dan cerita cinta yang megah
Bermandi cahaya di padang bintang
Aku bahagia
Tentang rumahku
Tak kan goyah walau badai mengamuk
Seperti pohon jati
Akarnya tertancap di poros bumi
Sewindu merindu
Kembali pulang dengan sebongkah haru
Senyum menyambut
Bagai rindu kumbang pada bunga di taman

------------------------------------------------------------------------------------- 



Long Distance Relationship (LDR), rumah. Rumah bermakna banyak. Rumah bukan hanya mengenai tempat tinggal, tidak kepanasan, tidak juga kehujanan melainkan adalah tempat dimana merasa nyaman dan aman. Lebih dari sekedar itu, ada rasa aman ketika bertemu, ada rasa aman ketika dalam dekap, dan ada rasa nyaman ketika ndusel di ketiakmu. Dan lebih lagi dari itu, kamu bagian dari rumahku. Iya rumah keduaku tepatnya. Menahan rindu adalah pondasi yang kuat dalam rumah kita. Menahan amarah merupakan acian yang halus dalam rumah kita. Menahan kata "putus" adalah warna yang indah dalam rumah kita.
Sejenak berfikir, apakah rumah kita akan kuat selamanya? Apakah rumah ini memerlukan pondasi-pondasi yang baru? Apakah kamu akan terus pulang kerumah kita? Apakah kamu akan nyaman dengan susuan rumah kita? Atau ada rumah lain yang sedang kamu huni? Ah! Berfikir apa aku ini?
Bukankah rumah ini, rumah yang sudah kita bangun bersama-sama mulai dari titik nol? Bukankah kau imamnya lalu aku makmummu? Bukankah kamu yang kuasa atas rumah ini? Lalu aku apa?

Surat Cinta untuk kamu yang jauh disana.


-----------------------------------------------------------------------
Teruntuk kamu yang selalu di hati,
Aku bertahan di rumah ini karena kamu yang memimpin, karena kamu sang pengendali hati, karena kamu telah mengajakku. Lalu apakah rumah ini mudah hancur seperti gedung-gedung lain disana? Atau rumah ini akan dihancurkan memakai alat pemberat? Atau kamu biarkan rumah ini di tumbuhi oleh tanaman liar? Atau kamu akan mempertahankan rumah ini beserta aku sebagai pengisi rumah? Apa kamu akan membiarkan orang lain masuk dan mendekapmu begitu saja? Jujur, aku tidak sudi.
Disudut sana kamu mendekapku. Mengatakan untuk tidak meninggakalkan ku. Disudut sana kamu mengajakku menatap langit malam dan melihat keindahan kota. Disudut sana kamu menyakinku bahwa udara ini tidak dingin. Disudut sana kamu mengenggam jemariku :)
Kamu rumah bagiku, maka tetaplah menjadi rumah yang selalu aku rindukan kasih sayangnya bukan pertengkaran. Jadilah rumah yang selalu menghapus airmataku bukan malah menambah air mataku. Jadilah rumah yang selalu memegang erat jemariku, bukan sengaja melepaskan. Jadilah rumah yang selalu mendekapku, bukan membiarkan aku. Apakah kamu berfikiran yang sama? Rumah. Aku ingin pulang kesana bersama kamu. Apa kamu juga menginginkan hal yang sama?
Dari aku pengisi hati serta rumah kita.
----------------------------------------------------------------------


1 comment:

Silahkan berkomentar dengan baik dan sopan kalau mau jadi kesayangan aku :)
Jika ingin kasih sayang berlebih bisa ke benbenavita @ gmail . com