Friday, 15 September 2017

Lampung Krakatau Festival 2017

benbernavita

Sungguh beruntung menjadi bagian dari peserta Lampung Krakatau Festival yang ke 27 di tahun 2017 ini. Padahal yang daftar banyak sekali. Segala bentuk drama sebelum berangkat terjadi antara saya dan Kak Arief. Saat itu Ka Arief sungguh sangat menolong saya. Kak Arief junjunganku lah pokoknya!

Sebelum berangkat ke Bandara, saya disibukkan dengan 2 meeting dengan waktu yang bersamaan. Di Jakarta jika jadwal rapat diatur secara bersamaan sudah pasti harus direlakan yang satunya, namun tidak berlaku bagi saya. Hehe. Saya berhasil memenuhi 2 rapat secara bersamaan. Kemudian saya dan Kak Arief berangkat bersama-sama menuju bandara. Setibanya di Bandara saya mengeluh lapar dan Kak Arief memenuhi keinginan dan kebutuhan perut saya.

Tidak lama kemudian kami melakukan check in dan menunggu di ruang tunggu. Sedang asyik gibah Kak Salman dan Kak Hanum menegur saya, lalu kami berbincang banyak yang ternyata kami satu tujuan dan satu pesawat.

Sungguh sudah lama tidak menceritakan perjalanan secara rinci seperti ini, ya, sungguh ku rindu.

Lampung Krakatau Festival mulai diadakan sejak tahun 1990 tujuannya dalam rangka memperingati meletusnya Gunung Krakatau pada 27 Agustus 1883. Impak meletusnya Gunung Krakatau muncullah Pulau Rakata, Pulau Panjang, dan Pulau Sertung yang masing-masing mempunyai luas daratan berbeda-beda. Selang 40 tahun kemudian, Gunung Anak Krakatau muncul dan setiap bulannya mengalami penambahan 0,5 meter. Saat ini sudah menjadi ketinggian 350 meter di atas permukaan laut.

krakatau

Gunung Anak Krakatau ini memang cagar alam yang perlu dipelihara dan dilestarikan dan memang bukan bagian dari tempat wisata. Maka jika ada open trip ke Gunung Anak Krakatau sebaiknya pertanyakan apakah mendapat izin dan lain sebagainya? Karena menurut Kepala BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) tidak sembarang orang bisa masuk dan harus mendapat izin dan wajib mengantongi SIMAKSI (Surat Ijin Masuk Konservasi) seperti pendakian gunung pada umumnya.

Kembali dalam perjalanan, saya dan teman-teman lainnya yang merupakan vlogger, blogger, photograper, dan good influencer menempati penginapan yang telah disediakan oleh Genpi Lampung. Keesokkan harinya perjalanan kami ke Krakatau berawal dari Dermaga Boom Kalianda yang kemudian menyebrang ke Pulau Sebesi dengan memakan waktu kurang lebih 2 jam. Setelah bermalam di cottage Pulau Sebesi, esoknya lagi kami semua berlanjut ke Pulau Krakatau selama 2 jam dan siap untuk melakukan pendakian Gunung Anak Krakatau.

krakatau

Saya menjadi yang paling terdepan dalam melakukan perjalanan ini, setapak demi setapak dilalui tanpa hambatan yang begitu berarti, syukur alhamdulillah. Beberapa orang memilih untuk straight naik Gunung Anak Krakatau dari arah yang terlihat tampak sulit. Namun saya tetap mengikuti jalur yang diberikan oleh polisi hutan untuk melewati jalur landai tapi memutar. Sungguh sangat menghemat energi dan napas.

krakatau

krakatau

Tiba di puncak yang mana titik aman pendakian Gunung Anak Krakatau terakhir, saya bertemu dengan Mbak Oliep yang pacarnya Popeye penyuka bayam itu. Saya dan Mbak Oliep beristirahat sejenak itu puncak sambil menikmati aroma laut dari ketinggian Gunung Krakatau dan memanjakan mata dengan segala pesona yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

krakatau

Selesai melakukan bidikan demi bidikan saya dan Mbak Oliep turun melewati jalur lain (jalur yang mana beberapa orang memilih naik melewati jalur tersebut). Beberapa dari mereka sangat amat tergopoh-gopoh hingga bahkan engap ketika mendaki. Di tengah perjalanan saat kami (saya dan Mbak Oliep) bertemu dengan Kak Arief yang sedang berjuang dengan sekuat tenaga untuk mencapai puncak aman pendakian Gunung Anak Krakatau. Kemudian tidak jauh dibelakang ada Mbak Evi yang tetap semangat untuk mendaki. Sungguh kalian berdua membuatku terharu.

krakatau

krakatau

Ini bukan kali pertama saya melakukan pendakian ke Gunung Anak Krakatau, namun menjadi pertama bagi saya dalam melakukan perjalanan bersama mereka. Ditambah pengalaman pertama juga dalam napak tilas Gunung Krakatau ini. Segala bentuk drama dan permasalahan yang terjadi selama saya mengikuti Lampung Krakatau Festival 2017 ini tidak meluluhlantahkan takjubnya saya terhadap indahnya pesona Gunung Anak Krakatau. Terima kasih Krakatau, terima kasih Lampung, Terima kasih Genpi Lampung. Tabik pun!

bernavita

2 September 2017,
Burger King Tebet
Kesayangan Kamu.

Pssst : bidikan foto oleh saya, Mbak Oliep, Ka Arief, Kak Rino dan Kak Indra. Terima kasih semuanya.
**
Postingan ini berkerjasama dengan Genpi Lampung dan Dinas Pariwisata Kota Bandar Lampung dalam rangka napak tilas meletusnya Gunung Krakatau. Postingan di media social lainnya dapat dilihat pada hashtag #LampungKrakatauFestival2017 , #LampungKrakatauFestival, dan #GenpiLampungWawai .

19 comments:

  1. seru juga yah bisa ngetrip ke gunung anak krakatau. ngomong soal pendakian, pas nyampe diatas gak boleh sampe kawahnya yah mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. enggak boleh sampe kawahnya, karena gunungnya masih aktif, jadi dikhawatirkan kenapa2 sama diri sendirinya...

      Delete
  2. Hahaha mbak Evi mendaki dengan penuh perjuangan. Antara nafas yang tersengal-sengal dan kaki yang ogah diajak beranjak naik ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. tapi kan akhirnya mbak evi sampai di puncak titik aman pendakian. yeay /o/~

      Delete
  3. Tentang kentut di bandara sampai kamu dapat hukuman sosial gak diceritain? :))

    ReplyDelete
  4. Salam kenal Benaaa (dengan tiga aaa)... :')

    ReplyDelete
  5. Jadi diatas gunung anak krakatau itu magma atau belerang ka?

    ReplyDelete
  6. Drama dulu lah y Mbak sebelum berangkat ke Lampung.. Asyik, akhirnya jumpa lagi sama Mbak Bena di Lampung dan ngetrip bareng di Festival Krakatau 2017.

    Nuhun ya sudah mau singgah ke Lampung..

    ReplyDelete
    Replies
    1. drama bangetttt
      iya, akhirnya kita jumpa.
      nuhun juga sudah diajak :"

      Delete
  7. anak genpi juga ternyata kak :) mantep, sekarang sedang berlangsung juga festival payung di kota saya loh (SOLO)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe. bukan anak genpi, tapi anaknya ibu bapak. kalo genpi mah anaknya gisel dan gading. eh itu gempita deng.
      oh iya, ada festival payung ya di solo. WAH! SERU BET INI PASTI

      Delete
  8. Oh jadi mba olipe itu pacarnya Popeye toh.
    Aku malah pengen banyak mengulas tentang dampak letusan krakatau dan suara masyarakat di sana :D . Dulu cuma sempet main di Monumen/ tugunya aja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. NGULAS BURUAN!ntar bena baca.
      jadi, mbak oliep itu pacarnya atau istrinya popeye?

      Delete
  9. Suka banget sama keseruan tempo hari ya, Ben. Satu hal doang yang bikin aku nyesel, napa lupa foto berdua sama Benaaaaa. Ih!

    Sampai ketemu lagi, Bena kesayangaaan ;).

    ReplyDelete
    Replies
    1. aaaaaaaaaa, iya nih mbak molly. pft ah. kita lupa berswafoto. hahahaha.

      Delete
  10. Bena kapan ngajaak aku mendaki ben? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. kamu bisanya kapan jung? hft, kangen sama jung ya. lama juga nggak ketemu.

      Delete

Silahkan berkomentar dengan baik dan sopan kalau mau jadi kesayangan aku :) JANGAN PAKAI AKTIF LINK YA!
Jika ingin kasih sayang berlebih bisa ke benbenavita @ gmail . com