Thursday, 25 August 2016

Cirebon bersama Galang

Tulisan ini saya buat untuk mengenang perjalanan travelling dan kuliner saya bersama dengan keluarga GALANG (GALau petuaLANG) karena saya RINDU.

CIREBON

Sepertinya baru sehari saya menjelajahi kasur yang setelah sekian minggu saya tinggal pergi ke gunung. Tapi pagi itu harus bergegas lebih cepat agar tidak tertinggal kereta. Ya, pagi itu saya bersama dengan keluarga GALANG mempunyai jadwal untuk jelajah kuliner dan budaya di kota keratonan versi Jawa Barat.

Saya masih ingat betul ketika Ka Sari menulis di grup aplikasi whatsapp

“eh, tungguin gue, gue kena palang kereta nih.”

Yang mana kami semua sudah menunggu di antrian cap tiket dan pengecekan identitas. Diujung sebelah kanan tampak wanita sedang berlari tergopoh-gopoh sambil menunjukkan tiket. Kami semua serontak memburu-burui Ka Sari. Ya, itu ka Sari yang datang berlari terengap-engap.

Katanya, Ka Sari salah satu orang yang paling ngarettttt sengaret ngaretnya jam orang Indonesia tapi lebih karet lagi. Nggak percaya sih, tapi gimana dong, saya merasakannya sendiri. Hahaha.

cirebon

Pagi itu, kereta yang kami tumpangi menyusuri rel, lalu tiba di stasiun entah mana, suara penjual nasi dan pecel mulai berdatangan (Ini kereta jaman dulu ya, jangan ditanya kenapa ada penjual nasi dan lain sebagainya). Kami membeli nasi ayam dan beberapa minuman untuk mengisi kekosongan perut. Belum sampai di Stasiun Cirebon Prujakan Ka Widia pun mulai mengeluarkan kalimat ragunya.

“Ben, lo beneran tau kan jalan-jalan yang nantinya kita mau kemana?”
“Lah? Katanya dari Ka Sari semua, penginapan dan lainnya.”
“Sar, nanti kita gimana?”
“Udah ngehubungin Backpacker Cirebon, nanti kita didampingin sama mereka.”

Beberapa dari kami tertidur pulas, termasuk saya. Karena masih terasa letih pundak dan kaki. Duh jadi curhat. Singkat cerita saya dan kawan-kawan Galang tiba di Stasiun Cirebon Prujakan, hari itu masih pagi ya sekitar pukul 10. Kami semua menyusuri jalan menuju Keraton Kasepuhan dan Kanoman dan mampir ke Masjid Bata Merah (sepertinya beberapa dari kami ada yang solat entah solat apa yang jelas bukan Zuhur). Kemudian melanjutkan perjalanan menuju Masjid Agung Besar yang mana kami lakukan dengan berjalan kaki. Hari cukup panas saat itu, kami akhirnya memutuskan untuk mencicipi Empal Gentong yang berada cukup jauh (jadinya naik angkutan umum). Kemudian kami menginap di rumah temannya Dodo, kemudian kami, lalu kami, esok harinya kami, nggak lupa juga kami mampir ke Batik Trusmi yang mana batik paling legendaries, lalu kami...

cirebon

Masih banyak sekali perjalanan tersembunyi yang kami lakukan selama 2 hari 1 malam itu, banyak juga peristiwa  yang kami alami mulai dari Ka Sari yang telat datang hingga berebutan mangkuk mie...


Happy times come and go, but the memories stay forever

Psssttt : Revisi nantinya...

10 comments:

  1. saya kira "Galang" itu nama teman dekatmu (baca: pacar) tapi ternyata eh ternyata nama group -___-"

    ReplyDelete
    Replies
    1. ada yunus lho di dalam grup tersebut. wq wq wq

      Delete
  2. seruuu, udah lama banget pengen ke cirebon belom kesampean huhu

    ReplyDelete
  3. Perasaan pernah lihat deh wajah yang punya blog ini. Tapi di mana ya..................

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha.
      agiaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

      Delete
  4. Asyiikk bener nih wisata kuliner ke kota udang cirebon ..

    Lanjutannya mana kaben ??? *lalu scroll*

    ReplyDelete

Silahkan berkomentar dengan baik dan sopan kalau mau jadi kesayangan aku :)
Jika ingin kasih sayang berlebih bisa ke benbenavita @ gmail . com