Wednesday, 28 September 2016

Merindu Gunung Argopuro (Baderan - Pos Mata Air 1)


baderan

23 Agustus 2016 - Pagi ini tidak seperti biasanya saat saya berada di Planet Namec. Ya, cuaca yang dingin membuat saya beranjak dari dalam tenda menuju ruangan basecamp. (Fyi, tenda didirikan karena basecamp-nya tidak cukup untuk menampung orang tidur sebanyak 13 jiwa jadi sebagian mendirikan tenda untuk tidur). Saya membangunkan Ekki yang sedang tertidur pulas dan ia langsung menawarkan jaketnya setelah saya berkata dingin. Lalu saya melanjutkan tidur kembali hingga matahari terbit.

Matahari terbit tepat pukul 05.30 saya langsung bangun dan mandi dengan meminjam handuk milik Ekki. Ya, saya lupa membawa handuk. Air di Basecamp Baderan dingin sekali. Setiap mengguyur air ke tubuh saya langsung...

“Rrrrrrrr rrrrrrhhhhhhh AHHH DINGIN!”

Itu mandi pagi tersingkat saya. Setelah saya keluar kamar mandi, Ekki menyusul untuk mandi. Dan ternyata saat saya mandi, semuanya sudah bangun satu persatu dan merapihkan tenda. Satu persatu juga mulai packing ulang dan mandi. Sedangkan saya dan Ekki Sudah selesai untuk keduanya. Tinggal menunggu sarapan di warteg bawah. Hehehe.

Selesai sarapan perut saya terasa mulas, dan Ekki pun juga merasakan hal yang sama, ditambah Bang Gondrong a.ka Dimas juga mulas. Alhasil saya, Ekki, dan Dimas berlarian dari warteg menuju kamar mandi Basecamp. Hal yang tak patut dilakukan.

Setelah semuanya kembali ke Basecamp dan mempersiapkan apa-apa saja yang sebaiknya tidak tertinggal. Termasuk saya yang menyakinkan Ekki mengenai barang bawaan. Dalam pendakian kali ini Ekki super duper dabest! Pokoknya saya sayang Ekki. Cie! Setelah dirasa semua telah siap, saya berfoto dengan Ekki. Kemudian juga berfoto dengan Mbak XXXX saya lupa namanya, kalau tidak salah Indah. Enggak lupa juga saya dan Ekki berpose bersama tim dari Jakarta Barat.

baderan

baderan

baderan

Semuanya sudah mengangkat carrier dan kami semua berdoa yang mana dipimpin oleh saya

“Assalamualaikum Warohmatullahiwabarokatuh”
“Waalaikumsalam”
“Selamat pagi semuanya...”
“Pagi Bena..”
“Sebelumnya, untuk yang belum kenal, perkenalkan gue Bena. Gue kesini berdua sama temen gue, Ekki. Gue dan Ekki izin bergabung dengan tim kalian, jadi mohon bantuannya. Hehehe.”
Sunyi senyap

“Lalu, sebelum kita semua berangkat gue mau kasih tau ke kalau perjalanan kita start jam 8 aau jam 9 dan harus selesai di jam 5 untuk di setiap pos dan kita nenda. Dari basecamp ini kita akan melakukan perjalanan kurang lebih 8 jam untuk sampai ke pos mata air 1. Apa lagi ya? Oh iya, mau ngingetin sesuatu, nantinya setelah di Cikasur dan Danau Taman Hidup jangan teriak-teriak ya. Hehehe. Udah segitu aja.”
“Iya udah, ayo berdoa.”
“Ya, supaya perjalanan kita lancar, kita berdoa menurut kepercayaan masing-masing supaya kita selamat sampai tujuan dan tetap sehat.”

Pukul 08.45 - Setelah itu pendakian Gunung Argopuro dimulai dari Basecamp Baderan menuju Pos Mata Air I dimulai. Awalnya saya dan Ekki berada di depan, tapi lama kelamaan kami berada di tengah. Di track awal ini cukup menyiksa telapak kaki, karena jalanan yang berbatu. Namun, mata terasa segar ketika melihat hamparan terasering dan hutan hijau yang begitu menyedapkan mata. Cuaca yang panas membuat tenggorokan merasa haus terus dan saya ingin minum es kelapa. Padahal masih pukul 09.52 hanya saja teriknya matahari sudah menusuk ke leher tulang belakang. Yosh!

argopuro

argopuro

argopuro

argopuro

argopuro

Kemudian kami semua melanjutkan perjalanan hingga zuhur. Masing-masing dari kami beristirahat dengan berbagai macam, ada yang memasak air untk membuat kopi, susu, dan teh. Kemudian ada yang merokok dan ngecim (selanjutnya abaikan saja ketika kamu membaca kata “ecim”) , ada juga yang merekam aktivitas kami semua termasuk saya.

argopuro

Kebetulan ditempat kami istirahat ini terdapat sinyal, jadi saya langsung mengabari Mang Boughil (sesepuh Kaskus Oanc yang meminta saya terus berkabar ketika ada sinyal), saya juga menghubungi Manager Keuangan Rumah Tangga dan pacar tentunya. 30 menit waktu yang cukup untuk kami istirahat.

argopuro

Pukul 16.05 - Wah, setelah perjalanan panjang yang kami tempuh lumayan menyiksa telapak kaki, akhirnya kami semua tiba di Pos Mata Air I. Dengan segera saya meminta Ekki untuk mendirikan tenda supaya tidak terlarut dalam keletihan sehingga bisa langsung berbaring dalam tenda. Setelah tenda berdiri kokoh saya memasak dan Ekki mengambil air. Sore ini saya memasak tempe goreng, sayur bayam, dan Ekki memasak nasi. Saya dan Ekki menikmati nasi hangat, sayur bening bayam hangat, kering kentang, sambal dan tempe. Ah! Niqmat tiada tara.

argopuro

Sementara itu, tim dari Jakarta Barat memasak pecel, bakwan jagung dan nasi. Ya Allah, nikmat tuhan mana yang kamu ingkari setelah bercapek-capek mendaki gunung dengan membawa beban berat kemudian kamu masak dan makan-makanan yang bergizi.

argopuro

Malam itu, cuaca semakin dingin. Yha, namanya juga di gunung. Bintang paling terang juga mulai menampakkan diri di langit. Kali ini saya mengucap syukur sambil membuka aplikasi stellarium kesayangan yang ada di handphone. Semua bintang bermunculan dari aplikasi saya. Wah! Kebahagian kecil yang saya nikmati. Merasa sudah puas menikmati bintang, saya berbincang dengan Bang Lukman untuk masak keesokan harinya di Cikasur. Mengetik “Cikasur” ini saya jadi teringat ucapan Ka Benny “Cikasur memang dingin, tapi lebih dingin cikapmu.” Hahaha.

Cerita selanjutnya...
Note : Foto ini hasil colab saya dan Makoy Kalau kamu pembaca setia Kesayangan Kamu, pasti tau hasil jepretan foto saya yang mana. Hahahaha :*

12 comments:

  1. Ah, gw jadi rindu naik gnunng lagi, apalagi pas waktu masak2 dn makan2 tiba. makan dibawah bintang dan langit itu entah kenapa terasa bebas bnget apalagi mkan nya bareng2

    Gw blum prnah sih brkunjung ke cikasur, but someday, saya hrap bisa mndaki smua gnung pling indah di Indonesia.

    Oiya, dsana masih main wrewolf gk ben?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yaudah kalo udah berkunjung kesana hati-hati yaa...
      jangan lupa adzan sekalian bawa piala. biar seluruh gunung tau kaulah pemenangnya. haha

      Delete
  2. Pemandangannya super! Bener, maka nikmat Allah mana lagi yang bisa kita ingkari ya. Salam kenal ya Bern :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai, Mba Imelda :)
      Salam kenal juga ya :) ihihihi.
      Iya, mendaki gunung itu, niqmat tuhan yang nggak bisa diingkari lagi :)

      Delete
  3. Sekali-kalinya naek gunung pas SMP. Gunung di Sumedang. Nyampe puncak, muntah. Aku memang selemah itu, Bena :((

    Mana dong foto Bena yang lebih jelas. Kejauhan itu mah. Bena kan tokoh utamanya, saya pengen liat woohoo!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya panteslah kalo Yuliana, akhirnya memilih yang lain :/
      huft.

      foto bena lebih jelas ya?
      tunggu postingan selanjutnya ya, gia :)

      Delete
  4. Jadi kamu ama ekki itu mandi bareng gitu ???? #PleaseJawab

    ReplyDelete
    Replies
    1. mandi bareng, bobok bareng, tidur bareng, makan bareng. semua semuanya pih :))

      Delete
  5. kayaknya kalau habis capek-capekan, makan apa saja terasa dobel nikmatnya ya~ XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, besok jangan nitip backlink pada kolom komentar saya ya :)
      terima kasih.

      Delete
  6. Mbak ben kapan dong aku diajak naik gunung? haha. btw, cerita ini bersambung yak? lanjutannya manaaaah?

    ReplyDelete

Silahkan berkomentar dengan baik dan sopan kalau mau jadi kesayangan aku :)
Jika ingin kasih sayang berlebih bisa ke benbenavita @ gmail . com