Monday, 29 July 2013

Ayah mendorong sepeda dan aku duduk dibelakang


Postingan kali ini bercerita tentang seorang anak kecil entah namanya siapa padahal saya sudah bertanya namanya siapa, memang dasar sayanya yang pelupa dan lupa mencatat di note. Senyumnya tampak manis saat saya melihatnya. Maka dengan segera saya menghampirinya lalu sedikit berbicara dengannya. Saat saya memulai pembicaraan dengan bahasa yang mudah dipahami dia hanya menunduk dan tersenyum. Lalu ketika saya bilang "Hai adek senyum lagi dong, kakak mau foto kamu nih dek." Dengan seketika itu pula dia mendongakkan kepalanya dan menatap kamera saya :)

Dia anak kecil yang sedang duduk diboncengan sepeda sambil membawa bungkusan kantong plastik hitam, sedangkan ayahnya mendorong sepeda ontelnya itu. Ayahnya sangat semangat sekali mendorong sepedanya tersebut, padahal saat itu cuaca di Cirebon saat itu sedang terik-teriknya. Mungkin sang bapak puasa juga atau mungkin tidak. Saya tidak boleh suudzon. Hanya saja memang saat itu cuaca sedang terik-teriknya ditambah pula saat itu bulan Ramadhan..

Ada sesuatu yang tersirat di tatapan matanya saat dia melihat ayahnya mendorong sepeda ontel tua itu...
mungkin saja "Yah, aku janji akan aku belikan sepeda motor yang pakai supir juga, jadi ayah bisa merasakan hal yang sama denganku saat sepeda motornya mogok."
Atau mungkin saja "Ayah, saat buka puasa nanti aku akan membuatkan ayah secangkir teh manis hangat sebagai pengganti rasa lelah ayah karena sudah mendorong sepeda ontel yang berat ini ditambah dengan berat badan ku." Atau bahkan malah "Ayah,, kelak aku akan jadi sukses dan aku ajak ayah berkeliling dunia tanpa harus mendorong sepeda ontel ini."

End.

No comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar dengan baik dan sopan kalau mau jadi kesayangan aku :)
Jika ingin kasih sayang berlebih bisa ke benbenavita @ gmail . com