Monday, 29 July 2013

Ku Kayuh kamu demi menghidupi keluargaku



Apalah artinya aku dan becak ku tanpa adanya penumpang?
Beruntung hari ini aku dapat penumpang, semoga banyak penumpang yang mau naik becakku ini...
Setiap pagi sekitar pukul 05.00 Waktu Indonesia Bagian Cirebon aku sudah siap dengan kendaraanku, pangkalan becakku cukup jauh dari rumah, tapi lumayan lah, hitung - hitung untuk olahraga.
Aku lakukan setiap hari hingga pukul 19.00 Waktu Indonesia Bagian Cirebon, tidak mengenal hari libur atau bahkan tanggal merah. Semua tanggal hitam bagiku.
Aku tidak peduli sudah berapa usia ku, yang ku pedulikan hanyalah istri dan anakku makan apa dirumah? Siapa yang akan membiayai anakku sekolah jika aku telah tiada?
Penumpang demi penumpang ku jemput dan ku antar, seberapapun jauhnya jarak yang harus aku kayuh.

Aku akui, aku memang sudah renta, sudah tidak seharusnya masih mengayuh becak. Tapi?
Keadaan yang memaksa aku untuk terus ku kayuh becak ini hingga ajal menjemputku...
Demi anak dan istriku...

"Sayang, tunggulah aku dirumah, aku akan bawa pulang uang yang lecek dan bau keringat ini untuk makan kita esok hari."
"Nak,, teruslah kamu sekolah, jangan pernah perdulikan apa kata temanmu meski ayahmu hanya seorang tukang becak. Asalkan kamu pintar ayah dan ibu bangga nak."

Cerita ini saya dedikasikan untuk para pengayuh becak yang renta.
Sekian.


No comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar dengan baik dan sopan kalau mau jadi kesayangan aku :)
Jika ingin kasih sayang berlebih bisa ke benbenavita @ gmail . com